Kumparan Logo

Kondisi yang Perlu Diwaspadai Jika Bayi Lahir di Usia 35 Minggu

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi prematur. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi prematur. Foto: Shutter Stock

Bayi yang lahir pada usia 35 minggu, biasa disebut sebagai ‘bayi prematur akhir’. Itu artinya, si kecil tetap memiliki faktor risiko yang sama seperti bayi prematur lain, dan perlu mendapatkan perawatan dan manajemen yang tepat dari dokter.

Penyebab kelahiran prematur biasanya karena beberapa faktor dan kondisi yang dapat memengaruhi ibu hamil dan juga janin. Umumnya, kelahiran prematur terjadi karena infeksi, hamil kembar, stres, dan kondisi medis kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Namun, dalam banyak kasus, dokter tidak dapat menemukan penyebab pasti kelahiran prematur, sebab genetika juga dapat berperan dalam hal ini. Lantas, apa yang perlu ibu waspadai jika bayi lahir di usia 35 minggu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Moms.

Penjelasan soal Kondisi yang Perlu Diwaspadai Jika Bayi Lahir di Usia 35 Minggu

Bayi Prematur Foto: Shutterstock

Berat lahir bayi prematur biasanya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Untuk bayi yang lahir pada usia 35 minggu, berat badan lahir si kecil umumnya kurang lebih 2,6 kilogram.

Lalu berikut beberapa kondisi yang akan dialami oleh bayi yang lahir prematur seperti dikutip dari Flo:

  • Memiliki banyak rambut yang disebut lanugo

  • Pola pernapasan belum normal, jadi bayi mungkin memiliki jeda yang tidak teratur dan dangkal saat bernapas yang dikenal sebagai apnea

  • Lemak tubuh lebih sedikit

  • Klitoris yang membesar pada bayi perempuan

  • Berkurangnya tonus otot dibandingkan dengan bayi cukup bulan

  • Masalah menyusu karena bayi mungkin mengalami kesulitan untuk mengoordinasikan pernapasan dan menelan atau mengisap

  • Skrotum kecil yang halus dan tanpa tonjolan bersama dengan testis yang tidak turun pada bayi laki-laki

  • Tulang rawan telinga yang fleksibel dan lembut

  • Kulit halus, berkilau, dan tipis, sering juga tampak transparan dan terlihat pembuluh darah di bawah kulit

Bayi prematur. Foto: Shutter Stock

Kemudian secara khusus, bayi prematur akhir atau bayi yang lahir pada usia 35 minggu memiliki peningkatan risiko untuk beberapa kondisi medis berikut:

  • Distres pernapasan atau kesulitan bernapas

  • Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia

  • Kesulitan menyusu

  • Apnea

  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata

  • Kejang

  • Hipotermia atau suhu tubuh yang tidak normal

  • Berisiko kembali dirawat di rumah sakit walaupun sudah pulang

Selain itu, bayi yang lahir pada usia 35 minggu lebih rentan mengalami gangguan yang memengaruhi paru-paru selama masa kanak-kanak dan remaja. Nantinya saat dewasa, bayi yang lahir pada usia 35 minggu juga lebih besar risikonya terkena diabetes dan atau tekanan darah tinggi.

Meski begitu, Anda tidak perlu cemas berlebihan selama bayi selalu dipantau dan mendapat penanganan terbaik dari dokter dan tenaga kesehatan lainnya.