kumparan
Mom17 April 2018 20:03

Kreatifnya Anak Berkebutuhan Khusus di Autism Awareness Festival

Konten Redaksi kumparan
Autism Awareness Festival.
Autism Awareness Festival. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Autism Awareness Festival (AAF) kembali digelar untuk ke-10 kalinya pada Minggu (15/4). Bertempat di kampus B London School of Public Relation, Jakarta Pusat, AAF hadir dengan mengusung tema Understand, Accept and Love.
ADVERTISEMENT
AAF yang dipelopori oleh London School Center of Autism Awareness (LSCAA) itu, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Autis Sedunia, yang jatuh pada 2 April lalu. Lebih dari 30 pertunjukan yang menampilkan bakat dan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus menuai decak kagum dan sorak sorai penonton.
Acara Autism Awareness Festival
Acara Autism Awareness Festival (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Beberapa di antaranya adalah Rumah Autis Depok yang kompak memainkan akustik, kolaborasi permainan piano dan drum yang ciamik dari Rivan dan Hugo, Next Journey Band, dan lainnya. Pentas seni berlangsung meriah dan penuh takjub hingga Clementiu & Friends menutup pentas seni AFF dengan mini orchestra.
“Harapannya, para individu autistik dapat memiliki kemampuan yang mumpuni, mampu menghidupi (setidaknya) dirinya sendiri,” ujar Prita Kemal Gani, Founder dan Director London School of Public Relation Jakarta sekaligus inisiator LSCAA kepada kumparanMOM (kumparan.com) Minggu (15/4).
Acara Autism Awareness Festival
Acara Autism Awareness Festival (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Kreativitas anak-anak autis tidak hanya terbatas ditunjukkan dengan kemampuan musik. Ada juga peragaan busana remaja autis oleh Adra yang mengusung label Adraworld dan lelang lukisan hasil dari kegiatan Artotel. Seluruh keuntungan dari hasil penjualan busana dan lelang itu, rencananya akan disumbangkan kepada yayasan pegiat autisme yang membutuhkan.
Acara Autism Awareness Festival
Acara Autism Awareness Festival (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Anak-anak dengan autisme sejatinya sama dengan anak-anak pada umumnya yang butuh kasih sayang dan perhatian. Dengan bimbingan yang cukup, anak dengan autisme juga bisa tumbuh mandiri dan berprestasi.
ADVERTISEMENT
“Kami ingin masyarakat memahami, menerima dan juga mencintai individu dengan autistik, karena bagaimana pun mereka juga sama seperti kita yang memiliki emosi dan perasaan,” ujar Chrisdina, Head of LSCAA.
Sebelumnya AAF juga telah menyelenggarakan seminar dan diskusi bertema 'Kreativitas dalam Mempersiapkan Remaja Berkebutuhan Khusus' pada Sabtu (7/4).
Empat pembicara dengan topik berbeda hadir untuk berbagi seputar autisme.
Mulai dari kisah ibu yang memiliki anak autis, potensi kemandirian anak autis secara psikologi, kisah public figure yang membagikan pengalaman membesarkan anak dengan Asperger Syndrome --autis dengan kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, hingga cara mengotimalkan media sosial untuk menunjang pembelajaran.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan