Lebih Baik Mana, Bayi Tidur Pakai Selimut atau Tidak?

22 Agustus 2021 19:18 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lebih Baik Mana, Bayi Tidur Pakai Selimut atau Tidak? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lebih Baik Mana, Bayi Tidur Pakai Selimut atau Tidak? Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ketika bayi lahir ke dunia, ia akan beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Pasalnya, selama sembilan bulan, si kecil berada di dalam rahim ibu yang membuatnya selalu hangat. Sementara, lingkungan di luar bisa berubah-ubah: bisa hangat, panas, bahkan dingin! Untuk itu, sebagian besar orang tua memilih selimut sebagai salah satu cara membuat tubuh bayi tetap hangat sangat tidur di malam hari yang suhunya lebih rendah.
ADVERTISEMENT
Terlebih, di beberapa bulan pertama kehidupan si kecil, ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Tapi sebenarnya, penggunaan selimut pada bayi boleh enggak, sih?

Penjelasan soal Boleh Tidaknya Bayi Tidur Pakai Selimut

Lebih Baik Mana, Bayi Tidur Pakai Selimut atau Tidak? Foto: Shutterstock
Moms, ternyata penggunaan selimut tidak direkomendasikan untuk bayi. Laman resmi American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan, ada sekitar 3.500 bayi meninggal setiap tahun karena hal yang berkaitan dengan tidur. Menurut penelitian yang dilakukan AAP, sebagian besar bayi meninggal karena kematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS).
Hal Ini terjadi karena bayi menutupi wajah mereka dengan benda-benda yang ada di sekitar tempat tidur si kecil, bisa karena mainan atau bahkan selimut. Sehingga, benda tersebut menghalangi pernapasannya alias membuatnya kesulitan bernapas dengan baik.
ADVERTISEMENT
"Bayi di bawah 1 tahun atau 12 bulan tidak memiliki ketangkasan untuk memindahkan selimut atau barang lain dari wajah mereka. Mereka juga belum cukup kuat untuk berguling dan menjauh dari bahaya apa pun," jelas AAP, seperti dikutip dari Babygaga.

Penggunaan AC Boleh, Asal Sesuaikan Suhu

Lebih Baik Mana, Bayi Tidur Pakai Selimut atau Tidak? Foto: Shutter Stock
Nah, agar bayi tidak kedinginan saat tidur, Anda bisa menyesuaikan suhu ruangan atau kamar tidur bayi. Bila ruangan memakai pendingin (AC), cobalah untuk sesuaikan suhu jangan terlalu dingin. Anda disarankan untuk mengatur AC di suhu 25-26 derajat Celsius.
Baby Center melansir, penggunaan AC saat bayi tidur sangatlah aman. Bahkan, kebanyakan dokter setuju bahwa lebih aman menggunakan pendingin ruangan, seperti AC untuk bayi baru lahir dibandingkan membiarkannya tinggal di ruangan yang panas, tidak berudara, ataupun lembap.
ADVERTISEMENT

Gunakan Bedong Jangan Terlalu Kencang

Ilustrasi bayi dibedong. Foto: Shutterstock
Selain itu, Anda juga dapat menggunakan bedong kok, Moms. Ya, penggunaan bedong memang sebenarnya untuk membuat tubuh si kecil tetap hangat dan aman. Sebab, kondisi 'terbungkus' membuat bayi merasa seperti berada di dalam rahim ibu. Jadi, pastikan saja Anda membedongnya dengan aman.
Namun perlu diingat bahwa Anda tidak boleh membedong bayi terlalu kuat, kencang, atau ketat, ya! Dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Lina Ninditya SpA menjelaskan bahwa membedong bayi yang terlalu kencang dan kuat, justru dapat menyebabkan panggul si kecil bergeser.
Bila hal ini sampai terjadi, sendi panggul dapat sulit untuk berfungsi dengan baik. Ini karena ketika di dalam rahim, kaki bayi berada dalam posisi bengkok dan menyilang satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Jadi sudah jelas ya, Moms, sebaiknya Anda menunda penggunaan selimut sampai setidaknya bayi berusia 12 bulan atau 1 tahun ke atas. Hal ini dilakukan demi mencegah risiko seperti yang sudah disebutkan di atas.