Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Bersihkan Telinga Bayi Pakai Kain atau Cotton Bud?

kumparanMOMverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi handuk bayi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi handuk bayi. Foto: Pixabay

Sebagai ibu baru, Anda jelas masih banyak belajar cara merawat bayi. Salah satunya, cara membersihkan kotoran yang ada di telinganya dengan benar dan aman. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk membersihkan telinga bayi, yakni menggunakan cotton bud dan kain yang bersih.

Tapi mana yang lebih baik dan aman dari kedua hal tersebut?

Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), dr. Widya Wicaksono Hartanto, Sp.THT-KL, M.Kes, FICS mengatakan, agar ibu tidak memakai cotton bud, melainkan pilih kain lembut untuk membersihkannya. Sebab, cotton bud dengan mudah melukai gendang telinga si kecil, Moms.

"Sebaiknya jangan pakai cotton bud, karena mudah melukai gendang telinga bayi nantinya. Pakai saja kain atau handuk lembut untuk membersihkan telinga bayi. Cara membersihkannya pun tidak boleh sembarangan. Cukup teteskan sedikit baby oil pada handuk tersebut, lalu mulai dari lubang terluar saja, dengan gerakan memutar. Jangan sampai ke dalam telinga," kata dr. Widya dalam siaran langsung Instagram Live bersama Dokter Spesialis Anak, dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes, IBCLC, beberapa waktu lalu.

Handuk dan cutton bud untuk bersihkan telinga bayi. Foto: Pixabay
kumparan post embed

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Siloam Purwakarta, Jawa Barat ini juga menjelaskan bahwa sebenarnya ibu tidak perlu membersihkan telinga bayi terlalu sering. Cukup 6 bulan sekali saja, Moms. Karena kotoran bayi bukanlah sesuatu yang mengganggu kesehatan si kecil jika tidak dibersihkan, dan justru mempunyai banyak manfaat.

Itu karena kotoran telinga sebenarnya merupakan lilin yang berada di lapisan telinga yang berfungsi melumasi telinga. Selain itu, sifatnya yang lengket akan melindungi gendang telinga bayi dari kotoran atau binatang yang mencoba masuk ke rongga telinga.

"Pada bayi, umumnya kotoran telinga lebih mudah keluar karena secara alami akan mengganti dengan yang baru. Jadi jangan sering dibersihkan sebab akan menghilangkan sifat pelumasnya. Jika telinga kering, nanti mudah gatal dan berbagai kotoran dari luar justru mudah masuk ke dalam telinga sebab tidak ada proteksinya," ujarnya.

Ilustrasi telinga bayi Foto: tung256 via Pixabay

Meskipun kotoran telinga memang mudah keluar sendiri. dr. Widya mengatakan Anda juga perlu waspada jika cairan tersebut keluar terus-menerus. Karena bisa saja, telinga bayi mengalami infeksi di dalamnya.

"Kalau kotorannya mentes terus-menerus, itu patut dicurigai karena mungkin adanya suatu penyakit. Sebab normalnya, kotoran telinga hanya menetes sedikit-sedikit saja. Jika sudah begini, Anda harus membawa anak ke UGD atau dokter THT terdekat untuk diperiksa lebih lanjut," tutupnya.