Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Ibu Hamil Dipijat atau Tidak?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pijat ibu hamil. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pijat ibu hamil. Foto: Shutter stock

Seiring bertambahnya usia kandungan, banyak ibu hamil yang mengeluh akibat kelelahan, nyeri dan sakit pada beberapa bagian tubuhnya. Apalagi, bila sudah memasuki trimester kedua apalagi ketiga.

Rasanya mendapat sentuhan pijatan bisa jadi kenikmatan yang sangat dinanti-nanti oleh ibu hamil. Meski begitu, sebagai ibu hamil, mungkin Anda ragu, bolehkah sebenarnya ibu hamil dipijat untuk membuat tubuh lebih nyaman?

Mengutip WEB MD, ibu hamil boleh kok dipijat, Moms. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Miami School of Medicine, pijatan memiliki banyak dampak positif bagi ibu hamil seperti mengurangi kecemasan, mengurangi nyeri punggung dan kaki, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati.

Selain itu, pijatan juga bisa menurunkan kadar hormon stres, mengurangi ketegangan otot, mengurangi sakit kepala, dan mengurangi gejala depresi. Tapi, ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil tidak boleh dipijat. Misalnya saja jika Anda mengalami hipertensi, dan mengalami riwayat komplikasi pada kehamilan.

Ilustrasi pijat yang aman untuk ibu hamil Foto: Shutterstock

Sebelum dipijat, The National Center for Complementary and Alternative Medicine menyarankan agar ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, terutama bagi Anda yang sering mengalami morning sickness, memiliki riwayat komplikasi kehamilan, memiliki plasenta previa atau pernah melahirkan bayi prematur.

Anda juga perlu mencermati bahwa pijatan untuk ibu hamil berbeda dengan pijatan pada umumnya. Pakar kesehatan menyarankan Anda agar mencari dan memilih terapis pijat atau ahli pijat yang telah berpengalaman dan bersertifikasi terapis khusus untuk ibu hamil. Terapis yang berpengalaman, sudah lebih tahu titik-titik mana saja yang harus dihindari, serta posisi yang aman bagi Anda.

Nah Moms, ada 2 jenis pijatan yang aman untuk ibu hamil, yaitu:

  1. Shiatsu

Shiatsu adalah terapi pijat yang berasal dari Jepang. Cara kerja shiatsu sama halnya seperti akunpuntur. Teknik shiatsu dilakukan dengan cara menggunakan tekanan jari dan telapak tangan untuk menyalurkan energi alami dalam tubuh atau yang sering disebut dengan qi.

Pijat shiatsu berguna untuk menenangkan sistem saraf simpatis yang terlalu aktif, sehingga meningkatkan sirkulasi darah, meringankan otot kaku, dan meredakan stres.

  1. Pijat Swedia

Pijat Swedia menjadi salah satu metode pijat yang disarankan untuk ibu hamil. Pijatan ini bertujuan untuk mengendurkan ketegangan otot, memperbaiki sirkulasi limfatik dan darah, serta mengatasi ketidaknyamanan akibat perubahan hormon dalam tubuh.

Ada enam tingkatan pada pijatan ini. Pertama, effleurage yaitu pengusapan dengan telapak tangan (kneading) sambil melakukan penekanan oleh jari dan ibu jari (frictions).

Kedua, petrissage yaitu memutar telapak tangan, jari, dan ibu jari. Ketiga, friction yaitu menekan telapak tangan, jari, dan ibu jari secara bergantian. Keempat, vibration (getar) yaitu menepuk-nepuk bagian tubuh lalu menggetarkannya.

Kelima, percussion yaitu gerakan memukul layaknya memainkan perkusi. Keenam, gerakan aktif dan pasif yaitu melenturkan dan meregangkan otot-otot tubuh.