Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Sajikan Makanan Bayi dalam Kondisi Hangat atau Dingin?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebih Baik Mana, Sajikan Makanan Bayi dalam Kondisi Hangat atau Dingin? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lebih Baik Mana, Sajikan Makanan Bayi dalam Kondisi Hangat atau Dingin? Foto: Shutterstock

Saat memasak makanan pendamping ASI atau MPASI, banyak ibu yang memilih membuat dalam banyak porsi. Sehingga, dalam sehari tidak perlu masak berkali-kali, dan punya stok makanan untuk disimpan di lemari es.

Ya Moms, makanan bayi hanya tahan selama dua jam di suhu ruang. Sehingga, bila ingin memakannya lebih dari waktu dua jam, sebaiknya makanan bayi disimpan di lemari es agar tidak tumbuh bakteri. Namun, apakah makanan bayi ini perlu dihangatkan sebelum diberikan ke bayi?

Penyajian Makanan Bayi, Lebih Baik Hangat atau Dingin?

Lebih Baik Mana, Sajikan Makanan Bayi dalam Kondisi Hangat atau Dingin? Foto: Shutterstock

Jika membuat makanan bayi dalam porsi banyak dan disimpan di kulkas, lebih baik makanan disajikan dalam keadaan yang sudah dihangatkan. Mengutip Homemade Baby Food Recipes, pastikan makanan sudah dipanaskan menyeluruh untuk menghancurkan bakteri.

Saat makanan dipanaskan, bagian tepinya menjadi sangat panas dan bagian tengahnya tetap dingin. Oleh karena itu, aduk makanan supaya panasnya merata, kemudian diamkan 30 detik sebelum melakukan tes suhu.

Apabila makanan tidak habis, jangan dipanaskan kembali karena dapat berbahaya dan berisiko menyebabkan keracunan makanan. Lebih baik buang sisa makanan yang sudah dihangatkan kembali.

Nah Moms, bagaimana dengan makanan yang tidak disimpan di lemari es? Jika makanan disimpan di suhu ruangan kurang dari dua jam, maka boleh memberikannya dalam kondisi dingin atau tidak dihangatkan.

Lebih Baik Mana, Sajikan Makanan Bayi dalam Kondisi Hangat atau Dingin? Foto: Shutterstock

Justru seperti dikutip dari Very Well Family, memberikan makanan dingin pada bayi dapat membantu si kecil mengeksplorasi makanan dengan cara baru. Sampai akhirnya dapat membantu bayi menjadi pemakan yang lebih fleksibel.

Apalagi menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sangat penting untuk memperkenalkan variasi makanan kepada bayi sejak dini. Sebab, preferensi makanan si kecil saat dewasa nanti, cenderung terbentuk sekitar usia 9 bulan.

Meskipun biasanya mengacu pada berbagai jenis makanan, namun variasi suhu juga bisa jadi cara menyenangkan bagi bayi untuk mengeksplorasi preferensinya, dan untuk merasakan perbedaan makanan saat dingin dan hangat.

Terkadang, makanan dingin bisa lebih baik dari makanan hangat. Misalnya, saat bayi sedang tumbuh gigi, makanan dingin dapat meredakan rasa tidak nyaman. Jadi bisa berikan es krim yang dibuat sendiri, atau pun yoghurt yang baru keluar dari lemari es.