Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Titipkan Anak di Daycare atau Babysitter?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu mempertimbangkan daycare dan babysitter. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu mempertimbangkan daycare dan babysitter. Foto: Shutter Stock

Bagi ibu bekerja, keselamatan dan kenyamanan anak saat sedang tidak bersama perlu jadi prioritas utama. Ya Moms, saat Anda sedang tidak di rumah, maka perlu ada yang mendampingi dan mengurus semua kebutuhan si kecil.

Sebagai solusi, ada beberapa pilihan untuk menitipkan anak saat ibu bekerja. Ya, Anda bisa menggunakan jasa babysitter sehingga bisa memantau dan mengurus anak di rumah. Bisa juga memilih untuk mengantar anak ke daycare yang biasanya punya kegiatan untuk si kecil dan mengajarkannya soal bersosialisasi.

Namun, mana yang lebih baik, ya? Menitipkan anak dengan babysitter atau mengantarkan ke daycare?

kumparan post embed

Menitipkan Anak di Daycare atau Babysitter?

Moms, memutuskan untuk menitipkan anak di daycare atau babysitter sebenarnya tergantung kebutuhan dan kenyamanan masing-masing orang tua serta anak. Sebab, menitipkan anak di babysitter dan daycare sama-sama punya plus minus.

Jadi, lebih baik mana antara menitipkan anak di daycare atau babysitter, semua kembali lagi pada orang tua. Nah Moms, untuk memudahkan Anda mengambil keputusan, berikut adalah kelebihan dan kekurangan menitipkan anak di daycare dan babysitter, seperti dikutip dari VeryWell Family.

Daycare

Ilustrasi daycare. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

1. Kelebihan

a. Membangun keterampilan sosial anak

Interaksi sosial dengan anak-anak lain secara langsung dapat membantu membangun keterampilan sosial si kecil.

b. Ada banyak guru atau pengasuh

Tidak hanya bertemu anak-anak lain, daycare biasanya juga memiliki banyak pengasuh terlatih, sehingga anak bisa belajar bersosialisasi dengan orang dewasa selain keluarganya.

c. Menawarkan mainan, buku, dan sumber daya lain

Daycare biasanya menyediakan berbagai peralatan untuk mengisi kegiatan anak selama dititipkan, seperti mainan, buku, dan lain sebagainya. Selain itu, daycare biasanya juga menyediakan kegiatan tambahan untuk anak, seperti senam atau bermain musik.

d. Mengikuti peraturan pemerintah

Di Indonesia, regulasi pendirian daycare diatur dalam Permendikbud RI Nomor 25 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Kekurangan

Ilustrasi daycare. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

a. Interaksi dengan banyak anak dan guru berisiko menjadi tempat penularan penyakit

Interaksi dengan banyak orang berisiko menjadi tempat penularan penyakit. Sehingga, tiap daycare harusnya punya protokol kesehatan yang ketat agar anak aman saat berada di sana.

b. Tidak menyediakan layanan untuk anak yang sakit

Daycare umumnya tidak memiliki layanan untuk mengurus anak yang sakit karena dikhawatirkan akan menulari anak yang lain.

c. Kurang fleksibel

Daycare cenderung kurang fleksibel karena orang tua perlu mendaftarkan anaknya terlebih dahulu dan jam operasionalnya pun terbatas. Sehingga, bila Anda sering bekerja hingga malam, sepertinya perlu berpikir ulang bila ingin mendaftarkan anak di daycare.

d. Kurang cocok untuk anak yang bertemperamen tinggi

Anak dengan temperamen tinggi kurang cocok jika dititipkan di daycare. Pasalnya, pengasuh di sana mungkin akan membagi perhatiannya pada banyak anak, sehingga anak dengan temperamen tinggi bisa jadi tidak bisa mendapat perhatian penuh.

Babysitter

Ilustrasi babysitter. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

1. Kelebihan

a. Bisa dikontrol orang tua secara langsung

Karena diperkerjakan di rumah, babysitter bisa dikontrol langsung oleh orang tua.

b. Perhatian tidak terbagi

Babysitter hanya akan memperhatikan anak yang diurusnya, sehingga perhatiannya pun tidak akan terbagi. Jika Anda punya lebih dari satu anak, Anda mungkin bisa mempertimbangkan tidak membebani satu babysitter untuk mengurus semuanya sekaligus.

c. Perawatan lebih konsisten

Selain perhatian yang tidak terbagi, babysitter juga akan merawat anak dengan konsisten sesuai permintaan atau instruksi dari orang tua.

d. Lebih fleksibel

Babysitter lebih fleksibel dibanding daycare karena tidak terikat dengan aturan jam tertentu biasanya.

2. Kekurangan

Ilustrasi babysitter Foto: Thinkstock

a. Gaya pengasuhan yang mungkin beda dengan orang tua

Gaya pengasuhan menjadi hal penting yang perlu didiskusikan pada babysitter agar sesuai dengan cara Anda sebagai orang tua.

b. Kemungkinan terlambat

Jika babysitter tidak menginap di rumah Anda, ada kemungkinan ia akan datang terlambat dan Anda juga jadi terlambat berangkat ke kantor.

c. Harus Menyeleksi dan Mengelola Penggajian

Memperkerjakan babysitter sama seperti Anda memiliki karyawan. Anda perlu menyeleksi dan mengurus gajinya sendiri.

d. Perlu Mencari Cadangan di Waktu Tertentu

Jika babysitter tiba-tiba sakit atau mengambil cuti, Anda perlu mencari jalan keluar untuk mengasuh anak.