Mom
·
14 Juni 2019 8:41

Lebih Sakit Mana, Melahirkan Normal atau Caesar?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Lebih Sakit Mana, Melahirkan Normal atau Caesar? (228544)
Ilustrasi ibu hamil mau melahirkan. Foto: Shutterstock
Memasuki trimester ketiga, ibu hamil biasanya tengah berdebar-debar membayangkan akan melahirkan dengan cara normal atau caesar. Anda juga mungkin takut, membayangkan sakitnya melahirkan dengan cara normal atau caesar.
ADVERTISEMENT
Ya, kedua metode persalinan itu tampaknya menjadi kekhawatiran yang menggelayuti pikiran banyak ibu hamil. Mereka dilema apakah akan bisa melahirkan sesuai dengan fitrah biologisnya atau harus dengan bantuan pembedahan yang dilakukan oleh tim medis.
Tak dipungkiri, banyak ibu hamil yang ingin melahirkan normal. Namun terkadang, ada beberapa kondisi medis pada tubuh ibu dan bayi yang mengharuskan ibu hamil menjalani operasi caesar.
Misalnya saja, ibu hamil mengalami kondisi tekanan darah tinggi, preeklampsia, plasenta previa, atau kondisi gawat janin, yaitu sebuah kondisi di mana janin tidak memenuhi tuntutan persalinan.
Lebih Sakit Mana, Melahirkan Normal atau Caesar? (228545)
Ilustrasi ibu hamil akan melahirkan. Foto: Shutterstock
Jika sudah begitu, tak perlu sedih ataupun kecewa, Moms. Ingat, ini semua dilakukan tentunya untuk keselamatan ibu dan juga bayi.
Tapi, Anda mungkin penasaran, lebih sakit mana ya, melahirkan normal atau caesar?
ADVERTISEMENT
Mengutip laman Live Science, Dr. Allison Bryant, ahli perinatologi dari Massachusetts General Hospital di Boston, mengatakan, jika tak ada indikasi medis dan dokter menyatakan ibu hamil aman melahirkan normal, maka lakukanlah. Melahirkan normal punya kelebihan, seperti bisa meninggalkan rumah sakit lebih cepat karena pemulihannya pun lebih cepat dibanding operasi caesar. Meski begitu, saat proses kontraksi dan melahirkan Anda memang merasakan sakit, Moms.
"Meskipun bergantung pada keadaan ibu dan anak, namun pada umumnya bila si ibu dinilai sudah cukup sehat dalam waktu 24 sampai 48 jam, maka ibu dapat meninggalkan rumah sakit," jelasnya.
Lebih Sakit Mana, Melahirkan Normal atau Caesar? (228546)
Ilustrasi ibu yang baru melahirkan. Foto: Shutterstock
Kelebihan melahirkan normal, selain itu, adalah bisa berinteraksi dengan bayi lebih cepat. Sehingga, Anda bisa lebih cepat menyusui bayi, Moms. Tak hanya itu, melahirkan normal juga lebih minim risiko. Misalnya saja, terhindar dari reaksi terhadap anestesi, dan efek sakit yang berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
Namun, jika setelah diperiksa, dokter menyatakan Anda mengalami beberapa kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal, maka operasi caesar adalah jalan terbaik. Memang, Anda tidak akan merasakan sakit saat operasi caesar berlangsung. Tapi, setelah obat biusnya habis, Anda juga akan merasakan sakit, Moms.
Lebih Sakit Mana, Melahirkan Normal atau Caesar? (228547)
Ilustrasi Operasi Caesar Foto: Pixabay
Operasi caesar membuat Anda harus tinggal di rumah sakit lebih lama. Selain itu, waktu pemulihan karena operasi caesar juga lebih lama dibanding melahirkan normal. Ya, untuk pulih seutuhnya, bahkan bisa memakan waktu hingga 1 -2 bulan.
Meski begitu, ingatlah bahwa operasi caesar dilakukan demi keselamatan Anda maupun si kecil. Sehingga, Anda tak perlu sedih karena tidak bisa melahirkan normal.
Yang jelas, apapun proses persalinan Anda nanti, Dr. Allyson Bryant menambahkan, "Setiap ibu hamil harus benar-benar terinformasi akan dua proses persalinan itu. Sehingga, apapun proses persalinannya, mereka bisa melahirkan dan menyambut buah hatinya dengan bahagia."
ADVERTISEMENT