Lebih Sering Main Sama Ayah Atau Ibu Saja, Apakah Pengaruhi Perkembangan Anak?

13 November 2022 12:59 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lebih Sering Main Sama Ayah Atau Ibu Saja, Apakah Pengaruhi Perkembangan Anak? Foto: LightField Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Lebih Sering Main Sama Ayah Atau Ibu Saja, Apakah Pengaruhi Perkembangan Anak? Foto: LightField Studios/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Orang tua sangat disarankan untuk meluangkan waktu menemani anak bermain setiap harinya. Tidak hanya untuk meningkatkan ikatan emosional (bonding), tetapi juga bisa mengasah berbagai perkembangan anak, seperti kognitif, kemampuan bahasa dan komunikasi, hingga keterampilan sosial.
ADVERTISEMENT
Namun, ada beberapa anak yang lebih sering bermain dengan salah satu orang tuanya saja, baik ayah maupun ibu. Apakah ini akan ada pengaruhnya pada perkembangan anak? Yuk simak apa kata Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Evryanti Putri, M. Psi berikut ini.

Anak Lebih Suka Bermain dengan Ayah Atau Ibu Saja, Apakah Bisa Pengaruhi Perkembangan Anak?

Menurut Evryanti, sebenarnya tidak akan ada pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Tetapi, mungkin ada perbedaan preferensi permainan yang lebih sering dimainkan oleh ibu dan ayah.
Ilustrasi ibu menemani anak membaca buku. Foto: Shutterstock
"Kalau ayah yang banyak aktivitas fisik, misalnya kayak naik sepeda, lari bersama. Kalau ibu masak-masakan. Walaupun sebenarnya enggak ada kita kotak-kotakkan kalau sama ibu harus ini, sama ayah ini. Tapi lebih banyak preferensinya, 'oh kalau main sama ibu ini, sama ayah ini'," jelas Evryanti dalam acara Early Learning Centre Media Gathering di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Perbedaan preferensi inilah yang seharusnya justru bisa dijadikan momen ayah dan ibu untuk bekerja sama memastikan aspek perkembangan si kecil terpenuhi. Baik bermain di indoor atau outdoor, Evryanti menilai sama saja karena masing-masing berperan dalam mengembangkan kemampuan si kecil. Misalnya, bila main di outdoor bisa bermain di rumput atau jalanan yang mengasah kemampuan sensori dan motorik. Sedangkan bila bermain indoor bisa bermain roleplay dan membaca buku untuk mengasah kemampuan sosial hingga problem solving.
"Enggak mesti, sama ibu lebih banyak nih mainan yang bisa dimainkan. Enggak juga. Karena ayah juga bisa mainin semua mainan. Outdoor indoor, dua-duanya wajib, bergantian aja. Kalau misalkan pagi tadi sudah main sebelum berangkat kerja di indoor, sore sudah pulang kerja bisa main di outdoor," tutur dia.
ADVERTISEMENT
Bagaimana bila ingin mengajak anak bermain di outdoor tapi sedang musim hujan seperti saat ini? Tak perlu khawatir, Anda bisa mengkreasikan bermain di dalam rumah dengan mainan edukatif yang tetap bisa merangsang perkembangan motorik dan sensorinya, seperti mobil-mobilan atau menyusun balok. Jangan lupa, Anda perlu membeli mainan yang sesuai dengan minat anak, ya. Salah-salah membeli mainan yang tidak sesuai minatnya, jadinya malah tidak dimainkan, Moms.