Kumparan Logo

Lewat #TanggalMerahUntukIbu, Frisian Flag Ajak Suami Ambil Peran di Rumah

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanggal Merah untuk Ibu Frisian Flag. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tanggal Merah untuk Ibu Frisian Flag. Foto: Dok. Istimewa

Moms, pernah merasa pekerjaan di rumah seperti nggak ada habisnya? Mulai dari mengurus anak, menyiapkan kebutuhan keluarga, sampai memastikan berbagai urusan rumah tetap berjalan. Kalau semuanya dilakukan sendiri, tentu bisa bikin energi ibu terkuras.

Karena itu, suami dan keluarga juga bisa mengambil peran untuk meringankan keseharian ibu. Salah satunya dengan memberikan “tanggal merah”, yaitu waktu bagi ibu untuk beristirahat dan memulihkan energi.

Hal ini sejalan dengan kampanye #TanggalMerahUntukIbu yang diusung Frisian Flag Indonesia (FFI). Melalui kampanye ini, FFI mengajak para ayah dan keluarga Indonesia untuk lebih memberikan perhatian dan apresiasi kepada Ibu, termasuk mewujudkan hari spesial sesuai keinginannya.

Tanggal Merah untuk Ibu Frisian Flag. Foto: Dok. Istimewa

“Setiap pagi, perhatian Ibu hadir melalui berbagai hal sederhana yang mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas keluarga. Melalui #TanggalMerahUntukIbu, kami ingin mengajak bapak dan keluarga Indonesia untuk lebih menyadari dan mengapresiasi perhatian tersebut. Kalau biasanya Ibu yang menyiapkan dan menemani pagi keluarga, sekarang saatnya bapak beserta keluarga memberikan perhatian kepada Ibu,” ujar Intan Kartika, Marketing Director Frisian Flag Indonesia, saat ditemui kumparan di Trans Studio Mall Bandung, Minggu (27/9).

Sarapan Jadi Bentuk Perhatian untuk Ibu

Tanggal Merah untuk Ibu Frisian Flag. Foto: Dok. Istimewa

Semangat tersebut juga diwujudkan melalui kegiatan “Penyajian Sarapan Terbanyak untuk Istri dengan Frisian Flag Kental Manis” yang melibatkan 1.000 peserta di Trans Studio Mall Bandung.

Para Bapak menyiapkan kreasi sarapan roti dengan Frisian Flag Kental Manis, kemudian menyajikannya langsung kepada istri sebagai bentuk perhatian dan apresiasi. Aksi bersama tersebut tercatat dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan judul resmi “Penyajian Sarapan Terbanyak untuk Istri”.

Meski begitu, memberikan waktu istirahat untuk ibu sebenarnya tidak harus menunggu momen khusus. Dalam keseharian, suami bisa mengambil alih sebagian pekerjaan yang selama ini lebih sering dilakukan ibu.

Pembagian Peran Bisa Disesuaikan dengan Kemampuan

Ilustrasi suami membantu pekerjaan rumah. Foto: Twinsterphoto/Shutterstock

Menurut Psikolog Ajeng Raviando, pembagian peran dalam keluarga bisa menyesuaikannya dengan kapasitas serta kemampuan masing-masing.

“Jadi pembagian peran ini tentunya sebetulnya bisa disesuaikan dengan kapasitasnya masing-masing gitu. Kalau memang bisanya apa ya udah, itu yang kita handle,” ungkap Ajeng saat ditemui kumparan di lokasi yang sama.

Yang terpenting, menurut Ajeng, suami tidak harus selalu menunggu ibu mengatakan sedang lelah untuk menawarkan bantuan. Bisa dimulai dengan melihat pekerjaan apa yang dapat diambil alih. Misalnya, menemani anak ketika ibu sedang mengurus pekerjaan rumah, menyiapkan sarapan, atau mengambil giliran mengurus anak sebelum tidur. Yang penting, ibu punya kesempatan untuk dirinya sendiri.

Sebab, pekerjaan rumah tangga bukan hanya pekerjaan yang terlihat. Ketika suami ikut mengambil tanggung jawab tersebut, ibu nggak harus menjadi satu-satunya orang yang memikirkan semuanya.

Pada akhirnya, pembagian peran dalam rumah tangga bukan soal siapa yang mengerjakan lebih banyak. Yang penting, suami dan istri bisa saling melihat kebutuhan, berbagi tanggung jawab, dan menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing.