Lidah Bayi Terbelah karena Jatuh dari Stroller, Ini yang Harus Dilakukan
·waktu baca 3 menit

Seorang ibu menceritakan bahwa anaknya yang masih bayi terjatuh dari stroller dan mengalami benturan cukup keras. Akibatnya, lidah sang bayi terbelah dan mengeluarkan darah cukup banyak. Situasi ini jelas membuat orang tua panik, terutama karena luka di lidah biasanya tampak lebih dramatis akibat banyaknya pembuluh darah di area tersebut.
Moms, kejadian seperti ini memang sulit diprediksi. Karena itu, pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Salah satunya dengan memastikan stroller terkunci, tidak berada di permukaan miring, dan sabuk pengaman selalu terpasang.
Namun jika kecelakaan terlanjur terjadi, apa pengaruhnya pada kondisi anak dan bagaimana cara menanganinya?
Mengapa Robekan Lidah pada Bayi Bisa Tampak Serius?
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, luka pada lidah anak biasanya tampak lebih parah karena jaringan lidah mengandung banyak pembuluh darah. Bukan karena 'gigi tajam', melainkan karena dampak jatuh cukup kuat dan posisi lidah sedang tidak aman saat benturan terjadi.
Meski terlihat mengkhawatirkan, dr. Aisya menegaskan bahwa lidah anak memiliki kemampuan regenerasi yang sangat cepat, sehingga penyembuhan umumnya berlangsung baik.
“Jaringan lidah pada anak sangat cepat sembuh. Biasanya setelah ditangani dengan benar, anak tetap bisa minum ASI dan makan seperti biasa. Pada 1–2 hari pertama mungkin ada rasa tidak nyaman, tetapi umumnya membaik cepat karena proses regenerasi sel lidah sangat optimal,” jelas dr. Aisya Fiktritama, SpA, kepada kumparanMOM, Selasa (2/12).
Perkiraan Waktu PenyembuhanLuka ringan (lecet/robekan dangkal): 3–5 hari
Robekan sedang hingga dalam (yang dijahit): 7–10 hariSetelah 2 minggu, jaringan lidah biasanya hampir kembali normal
Apa yang Harus Dilakukan Jika Lidah Anak Robek?
Untuk kasus lidah yang hampir terbelah atau robekan cukup dalam, biasanya diperlukan:
Penilaian luka oleh dokter di IGD. Penjahitan, bila robekan menembus garis tengah lidah atau perdarahan sulit berhenti.
Observasi infeksi, untuk memastikan luka tidak meradang.
“Lidah punya aliran darah sangat baik dan jaringan yang cepat beregenerasi, jadi proses penyembuhannya relatif cepat. Biasanya anak bisa minum ASI atau makan seperti biasa dalam waktu singkat setelah nyeri awal berkurang.” kata dr. Aisya
Pencegahan agar Kejadian Tidak Terulang
Beberapa langkah penting yang bisa Anda lakukan:
Pastikan stroller terkunci saat berhenti. Selalu gunakan sabuk pengaman, meski jarak dekat atau anak terlihat tenang.
Jangan tinggalkan bayi sendirian di stroller, sofa, atau tempat tidur tinggi.
Hindari menempatkan stroller di permukaan miring.
Saat hendak bepergian, cek kondisi stroller, termasuk roda dan penguncinya.
“Kejadian jatuh sangat bisa dicegah dengan pengawasan sederhana. Orang tua hanya perlu memastikan anak selalu dalam posisi aman, karena bayi tidak bisa mengantisipasi risiko sendiri.” pesan dr. Aisya
