Lihat Tindakan KDRT di Tempat Umum, Apa yang Perlu Dilakukan?

8 November 2022 13:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi KDRT. Foto: fizkes/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KDRT. Foto: fizkes/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Beberapa hari lalu media sosial diramaikan dengan adanya kekerasan fisik dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan pada seorang wanita. Peristiwa itu menyita perhatian publik karena terjadi di pinggir jalan Cilobak Raya, Cinere, Depok. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan kasus KDRT ini dipicu masalah utang piutang. Saat membahas utang tersebut, terjadi kesalahpahaman sehingga terjadi keributan di jalan. Mirisnya, kekerasan fisik tersebut disaksikan langsung oleh anaknya yang masih berusia balita, Moms.
Kekerasan fisik memang bisa dilakukan dan terjadi pada siapa saja. Biasanya, hal tersebut muncul dengan kekerasan psikis dan verbal terlebih dahulu. Jika dibiarkan begitu saja, maka akan berpotensi munculnya bentuk-bentuk kekerasan lainnya, salah satunya adalah kekerasan fisik.
Lantas, apa yang bisa dilakukan jika Anda melihat kasus serupa di kemudian hari, terutama bila terjadi di tempat umum atau keramaian?

Kata Psikolog soal Tindakan yang Perlu Dilakukan Jika Lihat KDRT di Tempat Umum

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Menurut Psikolog Klinis, Rininda Mutia, M.Psi, Psikolog, hal yang perlu Anda lakukan jika melihat KDRT di tempat umum atau keramaian adalah memastikan kondisi korban dalam keadaan baik-baik saja. Namun, sebaiknya jangan dilakukan sendirian ya, Moms, tetapi mengajak beberapa orang di sekitar yang juga turut peduli.
ADVERTISEMENT
“Pastikan kondisi dan keamanan korban terlebih dahulu, untuk bisa memastikan keamanan dan keselamatan korban, kita perlu intervensi segera. Mungkin enggak sendiri ya tapi ajak beberapa orang yang juga peduli,” kata Ninda, saat dihubungi kumparanMOM, Senin (7/11).
Kendati begitu, pelaku kekerasan biasanya tidak terima jika diintervensi orang lain karena dinilai tidak mengetahui penyebab mendasarnya. Sehingga, jika situasi semakin tidak kondusif, sebaiknya laporkan ke polisi agar segera diatasi.
"Untuk menenangkan pelaku yang memang enggak bisa sendiri, yang penting korban dilindungi dulu," tambah Ninda.
Jumpa pers kasus KDRT di Polres Metro Depok. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jumpa pers kasus KDRT di Polres Metro Depok. Foto: Dok. Istimewa
“Laporkan ke polisi untuk membantu melerai juga bisa membantu, karena biasanya pelaku kekerasan tidak terima intervensi dari orang yang ia anggap tidak lebih powerful,” ungkap Ninda.
Kemudian, bila keadaan semakin membaik dan korban sudah lebih tenang, cobalah untuk mendekatkannya dan beri perhatian yang sederhana. Misalnya, memberikan air minum, bertanya apakah ada yang perlu dibantu, atau bawa ke ke klinik terdekat jika terdapat luka di bagian tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020