Kumparan Logo

Macam-macam Imunisasi untuk Bayi dan Anak, Mana yang Benar-benar Penting?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Imunisasi atau pemberian vaksin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Sejak bayi, anak perlu mendapat imunisasi agar dapat kebal atau resisten terhadap berbagai penyakit menular seperti seperti difteri, hepatitis B, campak, rubela, pneumonia, polio, kanker serviks, dan lain-lain.

Meski begitu, mereka yang baru punya anak atau orang tua baru mungkin saja terkaget-kaget. Sebab ada cukup banyak imunisasi yang direkomendasikan IDAI (Ikatan Dokter Indonesia). Apalagi, tidak semua imunisasi bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas atau Posyandu.

Ya Moms, saat ini, pemerintah baru menyediakan subsidi untuk sebagian vaksin saja, yaitu Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Hib, Campak-Rubella (MT), DT, dan Td. Sementara vaksin Pneumokokus, Rotavirus, Influenza, Japanese Encephalitis B, MMR, Demam Tifoid, Cacar air, Hepatitis A, dan Kanker Leher Rahim (HPV), belum mendapatkan subsidi. Artinya agar anak bisa mendapat imunisasi non-subsidi, orang tua perlu merogoh kocek lebih dalam.

Tapi apakah anak memang perlu diberi vaksin atau imunisasi non-subsidi?

Macam-macam Imunisasi Non-Subsidi, Perlu Enggak Sih?

Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Intan Tumbelaka, Sp.A, semua imunisasi baik yang disubsidi ataupun tidak sama pentingnya. Ia menekankan, jika ada imunisasi yang tidak penting, maka tidak akan masuk rekomendasi imunisasi IDAI.

Hal ini karena rekomendasi imunisasi IDAI merujuk pada pembelajaran epidemiologi di Indonesia. Artinya, di Indonesia ditemukan kumannya, penyakitnya, dan tersedia juga vaksinnya.

“Makanya dari rekomendasi IDAI dari dulu dan yang sekarang 2020 adalah penyakit yang dari pembelajaran epidemiologi dan sebagainya, di Indonesia tuh kumannya ada, penyakitnya ada bahkan sebagian besar masih banyak, vaksinnya ada,” jelasnya dalam Instagram Live bersama Klinik Pediacare Kebagusan, pada Jumat (22/10).

Itu lah kenapa, akan sangat baik bila orang tua dapat memberi anak imunisasi lengkap termasuk yang belum bisa disubsidi oleh pemerintah. Bila ada masalah biaya, dr.Intan menyarankan orang tua untuk berdiskusi dengan dokter.

“(Diskusikan dengan dokter) dari yang belum (didapat), yang mana yang mau didahulukan? Itu tentunya banyak pertimbangannya lagi, biaya mungkin, usia anaknya, dan kebiasaan keseharian anaknya,” tutup dr. Intan.

Dengan begitu, semoga secara bertahap semua imunisasi anak dapat terpenuhi.