Kumparan Logo

Mainan Suntikan yang Masih Berjarum Beredar di Pasaran, Orang Tua Perlu Waspada

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi  Mainan Suntikan Berjarum di Kalangan Anak, Orang Tua Perlu Waspada. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mainan Suntikan Berjarum di Kalangan Anak, Orang Tua Perlu Waspada. Foto: Shutterstock

Moms, belakangan ramai di media sosial seorang ibu membagikan pengalaman anaknya membeli mainan suntik-suntikan yang ternyata masih dilengkapi jarum. Hal ini menjadi perhatian karena benda tajam tersebut berisiko melukai anak dan membahayakan kesehatannya.

embed from external kumparan

Mainan suntik-suntikan mungkin terlihat seperti alat bermain biasa bagi anak. Namun, jika masih dilengkapi jarum, apalagi tidak diketahui asal-usul dan riwayat penggunaannya, orang tua perlu lebih waspada.

Dokter Spesialis Anak dan Expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, mengingatkan bahwa jarum suntik bekas termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tidak boleh dibuang sembarangan.

“Semua bekas jarum suntik tidak boleh dibuang ke tempat sampah biasa, saluran air ataupun toilet. Jarum suntik tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun, sehingga harus ditangani secara khusus, yakni dibuang ke safety box limbah medis,” ujar dr. Reza kepada kumparanMOM, Rabu (21/10).

Ilustrasi anak sedang bermainan. Foto: SUKJAI PHOTO/Shutterstock

Risiko Kesehatan Anak Bermain Suntik-suntikan Berjarum

Ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai jika anak bermain dengan suntik-suntikan yang masih dilengkapi jarum, terutama apabila benda tersebut merupakan jarum bekas pakai.

1. Luka tusuk

Jarum dapat menusuk kulit anak dan menyebabkan luka. Dalam kondisi tertentu, jarum juga bisa patah sehingga sebagian bagiannya tertinggal di dalam kulit dan memerlukan penanganan medis.

2. Risiko infeksi

Ilustrasi ibu menasihati anak . Foto: 9nong/Shutterstock

Jika jarum berasal dari alat bekas pakai atau limbah medis, terdapat kemungkinan jarum terkontaminasi darah maupun mikroorganisme penyebab infeksi. Luka tusuk yang terjadi perlu diperiksa untuk menentukan risiko dan penanganan yang sesuai.

3. Risiko penularan penyakit

Jarum yang terkontaminasi darah yang mengandung virus tertentu berpotensi menularkan penyakit, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Namun, risiko penularan bergantung pada kondisi jarum, kemungkinan adanya darah yang terkontaminasi, serta jenis paparan yang terjadi.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Jika orang tua menemukan anak bermain dengan suntik-suntikan yang masih dilengkapi jarum, segera hentikan aktivitas tersebut dan jauhkan benda itu dari jangkauan anak.

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan:

-Jauhkan anak dari jarum

Ilustrasi jarum. Foto: Shutterstock

Cegah anak memainkan atau memegangnya kembali. Pastikan benda tersebut tidak dapat dijangkau anak maupun anggota keluarga lainnya.

-Jangan menyentuh jarum secara langsung

Hindari memasang kembali tutup jarum, membengkokkan, mematahkan, atau membuangnya ke tempat sampah biasa. Jika memungkinkan, minta bantuan petugas kesehatan atau petugas yang berwenang untuk menangani dan membuangnya dengan aman.

-Jika anak tertusuk jarum, segera cuci luka

Bersihkan luka menggunakan air mengalir dan sabun. Jangan memencet atau mengisap luka, serta jangan mencoba mengorek bagian yang tertancap.

-Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan

Dokter akan menilai jenis paparan, kondisi jarum, serta kemungkinan risiko infeksi dan menentukan apakah anak memerlukan tindakan pencegahan tertentu. Jangan menunda pemeriksaan karena beberapa tindakan pencegahan perlu diberikan sesegera mungkin.

Moms, penting untuk memeriksa mainan yang dibeli anak, terutama jika bentuknya menyerupai alat medis. Pastikan mainan aman, tidak dilengkapi bagian tajam yang membahayakan, dan sesuai dengan usia anak.

kumparan post embed