Makan Sambil Nonton TV atau Main Gadget, Anak 15% Lebih Berisiko Kena Obesitas

15 Mei 2024 19:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak main gadget sambil makan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak main gadget sambil makan. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Orang tua akan melakukan berbagai hal agar anaknya mau makan. Namun, kebiasaan makan yang buruk justru bisa berdampak pada kesehatan si kecil, lho! Salah satu kebiasaan buruk yang masih banyak dilakukan adalah membiarkan anak makan sambil nonton televisi atau main gadget.
ADVERTISEMENT
Sudah banyak penelitian yang mengungkap dampak buruk anak yang punya kebiasaan makan sambil menonton layar. Salah satunya meningkatkan risiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Hal ini jugalah yang diteliti oleh University of Minho di Portugal. Para peneliti mempelajari kebiasaan makan 735 anak berusia 6-10 tahun. Mereka menanyakan tentang makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka dalam 24 jam, dan juga peraturan penggunaan gadget atau TV pada waktu makan.
Dikutip dari Daily Mail, penelitian itu menemukan anak-anak yang menggunakan ponsel atau menonton televisi pada waktu makan, maka 15 persen lebih mungkin mengalami obesitas. Ini juga ditemukan karena beberapa orang tua yang diteliti sengaja memberikan gadget pada anaknya saat makan.
Pada keluarga yang memiliki kebiasaan makan sambil menonton TV atau masing-masing main gadget, rupanya banyak ditemui porsi makan yang tidak tepat atau jenis makanan yang kurang sehat cenderung lebih banyak dikonsumsi.
ADVERTISEMENT

Keluarga Makin Sibuk, Kebiasaan Makan Bersama Makin Ditinggalkan

Ilustrasi balita makan sambil nonton lewat gadget. Foto: Shuter Stock
Sementara itu, dalam acara European Congress on Obesity di Venesia, Italia, pekan lalu, para ahli mengungkapkan temuan angka ini mungkin bisa lebih besar. Sebab, beberapa orang tua mungkin tidak mengakui telah membiarkan anak-anak mereka memakai gadget saat sarapan, makan siang, dan makan malam.
"Banyak yang sangat sibuk sekarang, sehingga tidak punya waktu untuk duduk bersama dan makan bersama keluarga. Ketika anak-anak sedang makan dan menonton di TV atau ponselnya, mereka akan terus makan dan makan lagi. Jadi, perhatian mereka terganggu oleh layar [gadget atau TV]," ucap peneliti utama, Dr. Ana Duarte.
Salah satu pendiri Child Growth Foundation, Tam Fry, menyebut bahwa kebiasaan makan bersama keluarga kini mulai banyak ditinggalkan. Dan semakin jarang makan bersama keluarga kini banyak menyebabkan anak-anak mengalami kelebihan berat badan, dan membuat mereka mengalami penyakit-penyakit yang sebelumnya banyak diderita oleh orang dewasa saja. Sebut saja, diabetes.
ADVERTISEMENT
"Ini memalukan. Sudah jelas membiarkan anak-anak bermain media sosial dan makan sambil nonton TV akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka," kata Fry.
Selain itu, screen time yang berlebihan juga sudah banyak diteliti menyebabkan banyak masalah kesehatan pada anak, seperti tekanan darah meningkat, diabetes, hingga kurang tidur.
Hal ini dibuktikan dengan temuan Ofcom --regulator komunikasi di Inggris--, yang menemukan bahwa anak berusia 8 tahun sudah bisa menghabiskan 2 jam 45 menit untuk beraktivitas online setiap harinya. Dan durasi ini meningkat jadi empat jam sehari ketika mereka mulai memasuki usia sekolah menengah.