Kumparan Logo

Makna Paskah di Tengah Pandemi Corona yang Bisa Diceritakan ke Anak

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Telur Paskah Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Telur Paskah Foto: Pixabay

Presiden maupun gereja telah mengimbau agar rangkaian acara Paskah tahun ini diadakan di rumah saja. Meski begitu, jangan biarkan maknanya hilang, Moms!

Kita tetap bisa menceritakan apa itu Paskah ke anak dengan bahasa sederhana, agar mereka lebih mudah mengerti. Tak hanya itu, dengan adanya pandemi virus corona yang sekarang tengah kita hadapi, kita bisa melakukan refleksi bersama si kecil juga.

kumparan post embed

Uskup Agung Jakarta Mgr Kardinal Ignatius Suharyo dalam homili (khotbah) saat Perayaan Misa Minggu Palma, pada Minggu (5/4) ---satu minggu sebelum Paskah, secara online mengungkap pesan-pesan yang bisa kita petik.

"Sekurang-kurangnya, ada dua pesan utama yang bisa kita petik dari perayaan Minggu Palma ini. Yang pertama, kita diajak untuk mengikuti Yesus dalam perjalanannya masuk ke kota suci Yerusalem, yang adalah jalan kasih. Tidak cukup kita mengelu-ngelukannya sedahsyat apa pun, tetapi kita tetap berdiri di pinggir jalan, (alias) tidak terlibat. Dan yang kedua, kita diajak untuk membaca pengalaman hidup kita, dalam terang kasih pengorbanan Kristus yang terwujud di dalam sengsaranya. Pertanyaan terakhir yang perlu kita jawab adalah manakah jalan kasih yang menuntut pengorbanan yang bermakna ini, khususnya pada zaman kita hidup ini? Jawabannya sederhana, menantang tetapi tidak mudah."

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Selasa (24/12). Foto: Apriliandika Pratama/kumparan

"Jalan kasih itu terbuka lebar bagi kita semua. Jalan kasih selalu menuntut pengorbanan bagi kebanyakan dari kita, kita bisa menunjukkan dengan cara yang sederhana. Cukup tinggal di rumah, mengikuti ajakan para pemimpin masyarakat kita. Mungkin tinggal di rumah tidak menyenangkan, tapi ada maknanya. Yakni kita terlibat untuk menjaga agar wabah itu tidak semakin meluas," tambahnya.

Selain itu, ia juga mengajak agar umat 'menurunkan standar hidup yang tinggi' untuk sedikit merendah, atau dengan kata lain bisa berbagi terhadap sesama, terutama bagi mereka yang terdampak corona.

Ilustrasi anak memberi donasi Foto: Shutterstock

Selain soal pengorbanan, kepada kumparanMOM, Pastor Paroki Tyas Dalem Kroya, Jawa Tengah RD. Frans Kristi Adi Prasetya melanjutkan bahwa Paskah juga merupakan perayaan kebangkitan. Bisa juga dihubungkan dengan harapan dan keterpurukan yang sekarang sedang relate, Moms.

"Orang tua bisa menggambarkannya ke anak: 'tentu senang, kan, kalau bapak ibu menyemangatimu agar kamu bangkit? Layaknya jika kita pernah dapat nilai jelek, sudah mulai males, putus asa, eh ada temanmu yang berkata: ayo jangan menyerah. Kamu bisa dapat lebih baik dari ini. Semangat!' Nah, Yesus adalah sahabat baik kita. Sangat baik malah. Ia mau mengalami hal tergelap dan termenakutkan dalam hidup, yaitu kematian. Tapi itulah kasih dan pengorbanan Yesus yang menumbuhkan harapan, dan semangat hidup. Cocok kan, sama hidup kita hari-hari ini?" jelasnya.

Ilustrasi anak berdoa Foto: Shutterstock

Pastor yang juga Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah ini juga menambah bahwa Paskah identik dengan telur Paskah, dan maknanya terkait kehidupan.

"Meski hari-hari ini tidak akan ada lomba bersama teman-temanmu di aula Gereja atau di sekolah, ingatlah, telur Paskah melambangkan kehidupan. Ketika telur menetas, induknya menyambut dengan gembira. Kita pun juga bergembira karena Yesus hidup dan mengalahkan ketakutanmu," tutupnya.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran coronavirus. Yuk, bantu donasi sekarang!