Kumparan Logo

Manfaat Bedong untuk Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manfaat Bedong untuk Bayi Baru Lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Manfaat Bedong untuk Bayi Baru Lahir. Foto: Shutterstock

Membedong bayi baru lahir sudah jadi kebiasaan sekaligus tradisi masyarakat di Indonesia. Ada juga yang percaya, bila tidak dibedong, kaki bayi akan bengkok!

Padahal, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) semua bayi baru lahir memang memiliki lutut yang bengkok. Ya Moms, kedua tumit bayi baru lahir memang saling mendekat dan lutut saling menjauh sehingga terlihat seperti huruf O. Kondisi ini merupakan hal normal dan biasanya berlangsung sampai anak berusia 3 tahun.

Meski begitu, bukan berarti membedong bayi tidak ada manfaatnya. Merangkum penjelasan di laman Baby K’Tan dan Babycenter, berikut deretan manfaat bedong untuk bayi baru lahir:

Manfaat Bedong untuk Bayi Baru Lahir

Ilustrasi bayi baru lahir dipakaikan bedong. Foto: Shutter Stock

1. Membuat bayi nyaman

Dikutip dari Baby K’Tan, bertransisi dari rahim ke dunia luar tidaklah mudah bagi bayi baru lahir. Lingkungannya yang baru tentu berbeda dengan suasana di dalam rahim yang ditinggalinya selama 9 bulan. Penggunaan bedong pada bayi baru lahir menciptakan kembali perasaan aman dan nyaman seperti di dalam di rahim.

(EMBED)

2. Seperti sentuhan menenangkan dari ibu

Sentuhan orang tua telah terbukti memiliki efek neurologis, yaitu memicu respon menenangkan diri di otak bayi, menstabilkan detak jantung dan tekanan darah, hingga menurunkan kadar kortisol. Bedong yang nyaman dinilai dapat meniru tekanan lembut seperti sentuhan ibu, sehingga membantu bayi tidur lebih lama dan lebih nyenyak.

Ilustrasi kaki bayi. Foto: Shutterstock

3. Mengurangi refleks moro

Salah satu manfaat membedong bayi adalah membantu mengurangi efek refleks moro atau refleks kejut. Ini merupakan respon neurologis normal yang menyebabkan bayi baru lahir sering merasa kaget dalam 3-4 bulan pertama kehidupan bayi dan dapat mengganggu tidurnya. Jadi bedong dapat membantu mencegah gerakan-gerakan spontan itu, memungkinkan tidur yang jauh lebih nyenyak.

kumparan post embed

4. Meringankan kolik

Kolik dianggap sebagai akibat dari sistem pencernaan yang berkembang, sehingga bayi sulit mencerna makanan. Kondisi ini menyebabkan bayi rewel berkepanjangan. Bedong dinilai dapat memberikan efek terapi yang sangat menenangkan pada bayi yang menderita kolik dengan memberikan tekanan ringan pada perutnya.

Bedong dapat mengurangi risiko SID pada bayi baru lahir Foto: Shutterstock

5. Mengurangi risiko SID

Menurut American Association of Pediatrics (AAP), penggunaan bedong yang benar dan aman dapat membantu mempertahankan posisi telentang selama tidur. Bayi yang tidur dalam posisi tengkurap berisiko lebih tinggi terkena sindrom kematian mendadak (SID). Oleh sebab itu, bayi harus selalu diletakkan telentang, bukan tengkurap atau miring.

kumparan post embed

6. Mengatur suhu tubuh

Bayi baru lahir masih belum mampu untuk mengatur suhu tubuhnya. Penggunaan bedong dapat membantu mengatur suhu tubuh bayi dan memastikannya tetap hangat, terutama di malam hari.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis