kumparan
search-gray
Mom18 Februari 2020 10:22

Manfaat Imunoglobulin yang Terkandung pada ASI

Konten Redaksi kumparan
PTR ASI Perah
PTR ASI Perah Foto: Shutterstock
Memberikan ASI adalah satu cara yang bisa dilakukan ibu untuk mendukung tumbuh kembang anaknya. Oleh sebab itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI eksklusif untuk bayi hingga berusia 6 bulan, dan dilanjutkan pemberiannya hingga berusia 2 tahun atau lebih dengan disertai makanan bergizi. Ya Moms, ASI mengandung banyak nutrisi penting, salah satunya adalah imunoglobulin.
ADVERTISEMENT
Dilansir Very Well Family, imunoglobulin atau merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh setelah terpapar antigen atau sesuatu yang berbahaya bagi tubuh Anda yang menyebabkan respons imun. Selain pada ASI, antibodi ini bisa ditemukan di dalam darah, keringat, dan air liur.
Ada 5 jenis imunoglobulin yang terkandung dalam ASI yakni imunoglobulin E (IgE), imunoglobulin G (IgG), imunoglobulin M (IgM), imunoglobulin D (IgD) dan Immunoglobulin A (IgA). Namun IgA merupakan salah satu antibodi utama yang terkandung pada ASI.
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI. Foto: Unsplash
Antibodi ini paling tinggi ditemukan di cairan ASI pertama yakni kolostrum. IgA sendiri bermanfaat untuk melindungi bayi dari alergi, terutama anak yang memiliki riwayat alergi dari keluarganya. Selain itu, IgA juga bermanfaat untuk melindungi saluran pernapasan dan usus si kecil, serta bisa mencegah kuman, bakteri, virus, jamur, dan parasit memasuki tubuh dan aliran darahnya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya bermanfaat untuk perkembangan bayi yang lahir cukup bulan, kandungan Imunoglobulin dalam ASI juga bermanfaat bagi bayi prematur. Bayi biasanya dilahirkan dengan kadar IgA yang rendah, terutama bayi yang lahir prematur. Bayi prematur umumnya tidak memiliki sistem imun sekuat seperti bayi lahir cukup bulan, sehingga mereka sangat rentan terkena infeksi dan berbagai penyakit.
Oleh sebab itu, banyak dokter yang menganjurkan ibu langsung memberikan ASI kepada bayi prematur karena kandungan antibodi di dalam ASI bisa melawan infeksi dan bakteri tersebut. Seiring bertambahnya umur bayi, sistem kekebalannya pun akan membentuk IgA secara perlahan selama ia minum ASI.
ASI Perah
ASI Perah Foto: Shutterstock
Tapi bagaimana jika ibu menyusui sakit, apakah berpengaruh terhadap antibodi tersebut? Jangan khawatir, Moms. Anda tetap bisa memberikan ASI kepada si kecil selama sakit, karena secara alami Anda akan mengeluarkan antibodi yang dibuat tubuh untuk melawan penyakit Anda dan menyalurkannya kepada bayi melalui ASI.
ADVERTISEMENT
Sehingga ia pun bisa melawan penyakit tersebut dan tidak berisiko tertular. Bahkan bila bayi Anda sakit pun, antibodi dalam ASI akan membantunya melawan infeksi yang sedang berkembang.
Lantas, bagaimana dengan ASI perah? Apakah hal tersebut akan mempengaruhi komposisi antibodi di dalam ASI?
Faktanya, ASI segar memang lebih baik daripada ASI perah yang sudah dibekukan. Meski begitu, jangan khawatir dengan kandungan ASI perah yang sudah dibekukan, sebab imunoglobulin bisa membantu mencegah bakteri tumbuh dalam ASI perah. Jadi penting bagi Anda untuk mengetahui fakta berikut ini:
ilustrasi asi perah
ilustrasi asi perah Foto: Shutterstoc
- Simpan ASI perah di lemari es karena itu akan membantu mempertahankan antibodi di dalamnya.
- Saat membekukan ASI, mungkin ia akan kehilangan beberapa unsur antibodi di dalamnya tapi tidak semuanya.
ADVERTISEMENT
- Memanaskan ASI pada suhu tinggi terutama dalam microwave sangat tidak disarankan karena bisa menghancurkan antibodi dan faktor kekebalan lainnya yang ada di dalam ASI. Sebelum dikonsumsi bayi, ada baiknya Anda mencairkan ASI dari freezer ke bagian bawah kulkas selama semalam. Setelah cair, Anda bisa menghangatkannya dengan merendam ASI perah ke dalam air hangat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white