Kumparan Logo

Manfaat Main Puzzle untuk Anak, Latih Keterampilan Fisik hingga Emosional

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

Ilustrasi anak bermain puzzle. Foto: polkadot_photo/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain puzzle. Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Puzzle merupakan permainan dengan cara menyusun gambar yang punya banyak manfaat untuk anak. Puzzle biasanya terbuat dari papan kayu atau karton tebal berwujud asimetris. Ini bertujuan agar kepingan gambar bisa dihubung-hubungkan menjadi sebuah gambar utuh.

Selain menyenangkan, bermain puzzle ini juga punya beragam manfaat, lho. Merangkai gambar puzzle ini sangat bermanfaat untuk melatih perkembangan emosional, fisik dan kognitif.

Dikutip dari FirstCry Parenting, bermain puzzle dapat meningkatkan daya ingat, keterampilan motorik halus, hingga mengasah keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, bermain puzzle juga memiliki segudang manfaat lain. Apa saja?

Manfaat Main Puzzle Bagi Tumbuh Kembang Anak

1. Meningkatkan Keterampilan Fisik

Permainan puzzle untuk anak-anak prasekolah membantu mereka dalam mengembangkan koordinasi tangan dan mata. Puzzle membantu mereka menyelaraskan apa yang dilakukan tangan, cara otak kecil bekerja, dan apa yang dilihat mata.

Permainan puzzle bertumpuk atau balok tumpuk juga membantu perkembangan keterampilan motorik kasar dan halus. Perkembangan ini akan menghasilkan keterampilan mengetik dan menulis tangan yang lebih baik.

2. Meningkatkan Keterampilan Kognitif

Ilustrasi anak bermain puzzle. Foto: NadyaEugene/Shutterstock

Bermain puzzle juga mendorong perkembangan kognitif anak. Kepingan gambar kecil pada puzzle membuat si kecil berimajinasi tentang rangkaian gambar lainnya.

Dengan begitu, mereka cenderung akan mulai mempelajari cara yang benar dalam menangani sesuatu, berurusan dengan teman sebaya dan memecahkan masalah kecil sendiri. Puzzle untuk anak usia 3 tahun juga bermanfaat bagi daya ingatnya.

3. Pengenalan Bentuk Menjadi Lebih Mudah

Selain itu, puzzle juga bisa membantu anak mengenali lingkaran, kotak, segitiga dan bentuk lainnya. Artinya, puzzle memberi anak jalan untuk mengenali bentuk.

Pengasuh dan orang tua harus memperkenalkan bentuk-bentuk dasar yang sederhana sejak awal dan beralih ke puzzle gambar abstrak apabila anak sudah menguasai bentuk sederhana.

4. Keterampilan Emosional yang Lebih Baik

Ilustrasi anak bermain puzzle. Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Saat si kecil sudah bisa dengan mudah menyelesaikan puzzle sederhana, gambar yang telah diselesaikan ini akan menjadi referensi bentuk dan warna di imajinasi mereka. Secara alamiah si kecil akan berusaha menyelesaikan puzzle yang lebih sulit.

Peningkatan permainan ini membantu anak-anak untuk lebih bersabar, lebih fokus, berorientasi pada tujuan, hingga menyelesaikan tantangan pada puzzle yang lebih rumit.

5. Melatih Keterampilan Sosial dan Strategi

Permainan puzzle yang lebih rumit seperti balok susun atau permainan merangkai lainnya bisa diselesaikan atau dirangkai dengan berbagai cara. Warna dan mode pemecahan masalah yang berbeda melahirkan kebebasan berkreasi. Permainan ini juga membantu anak dalam memunculkan keterampilan sosial dan keterampilan membangun strategi.