Manfaat Melukis untuk Balita seperti yang Dilakukan Anak Poppy Sovia
·waktu baca 3 menit

Anak balita biasanya punya rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga senang mencoba berbagai hal baru. Seperti anak selebriti tanah air, Poppy Sovia misalnya yang sedang menyukai aktivitas mencoret-coret kanvas atau melukis.
Hal ini diketahui dari unggahan Poppy di laman Instagram pribadinya yang memperlihatkan momen saat anak semata wayangnya, Airia June yang berusia balita sedang melukis di kanvas. Tepatnya, di atas lukisan sang ibu.
“Karya June pagi ini gaes.. pipipnya udah kayak apa ini kakinya. Dari kanvas yang ada lukisan aku dicoret-coret, sampe pas kanvasnya udah penuh beralihlah ke kaki pipipnya,” kata Poppy dalam keterangannya.
Ya Moms, alih-alih melukis di kanvas kosong, June justru mencoret-coret karya lukisan sang ibu. Meski demikian, Poppy justru tidak menghentikan perilaku anaknya tapi malah mengabadikannya. Saat area kanvas sudah penuh dengan coretan, June kemudian beralih untuk mencoret-coret kaki ibunya dengan cat. Wah, ada-ada saja ya, Moms.
Lantas, apa ya manfaat aktivitas kreatif seperti melukis untuk balita? Berikut penjelasan lengkapnya seperti dikutip dari Empowered Parents dan Baby, Toddler and Kids.
7 Manfaat Melukis untuk Balita
1. Melatih otak
Aktivitas kreatif seperti melukis menggunakan bagian otak yang berbeda dari membaca dan atau matematika. Sisi kanan otak adalah bagian kreatif yang bertanggung jawab untuk keterampilan visual dan memahami apa yang dilihat melalui mata bagi anak-anak. Melukis membantu melatih otak kanan anak yang mengarah pada perkembangan otak yang sehat secara keseluruhan.
2. Meningkatkan motorik
Bekerja dengan alat lukis seperti kuas dan kanvas akan membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Kemampuan motorik halus pada anak nantinya akan bermanfaat untuk melakukan hal-hal sederhana seperti, mengancing baju dan mengikat tali sepatu. Selain itu, melukis juga membantu mengembangkan koordinasi antara mata dan tangan anak.
3. Kemampuan sensorik
Belajar melukis dapat mendukung perkembangan kemampuan sensorik anak. Anak akan memiliki pengalaman seperti, bagaimana rasanya menyentuh kertas, menggerakkan kuas hingga mengetahui tekstur cat. Pengalaman sensorik ini penting karena membantu si kecil untuk menjelajahi dan memahami dunia di sekitarnya.
4. Belajar sebab akibat
Melukis memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar tentang sebab dan akibat. Saat melukis, anak akan bereksperimen dan berpikir seperti seorang ilmuwan. Misalnya, ketika anak mencampur berbagai warna dan menghasilkan warna baru. Ini menjadi cara anak untuk bereksplorasi dengan cat warna.
5. Belajar membuat keputusan
Saat melukis, anak-anak belajar bagaimana membuat keputusan dan memecahkan masalah. Ya Moms, mereka akan membuat pilihan tentang karya seni mereka sendiri. Mulai dari memilih warna, kuas, hingga media tempat mereka mengeluarkan kreativitasnya seperti kanvas atau bahkan tembok.
6. Menghilangkan stres
Anak-anak juga bisa mengalami stres seperti orang dewasa. Nah, melukis adalah salah satu cara anak untuk menghilangkan stres. Sebab, dengan melukis anak bisa bebas mengekspresikan perasaannya secara positif. Dengan demikian, melukis sangat baik untuk kesehatan mental si kecil.
7. Meningkatkan rasa percaya diri
Anak akan membangun rasa percaya dirinya dengan melukis. Meski hanya terlihat seperti coret-coretan yang berantakan, anak-anak akan merasa bangga dengan hasil karyanya. Nah Moms, Anda juga bisa memberikan pujian atas hasil karyanya, sebagai bentuk dukungan dan cara menghargai apa yang dilakukan buah hatinya.
