Manfaat Perawatan Metode Kanguru untuk Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

16 Oktober 2020 9:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bayi yang baru lahir secara prematur, sedang sakit, atau lahir dengan berat badan rendah biasanya akan dirawat di inkubator. Penggunaan inkubator ini berfungsi agar si kecil terhindar dari infeksi, suara bising, dan menjaga suhu tubuhnya tetap hangat, Moms. Terlebih, bayi baru lahir berisiko mengalami hipotermia di mana suhu badan turun di bawah normal, yakni kurang dari 37,5 derajat celsius.
ADVERTISEMENT
Namun, ada beberapa rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang mungkin hanya memiliki inkubator dalam jumlah terbatas. Maka dari itu, diperlukan cara lain sebagai alternatif. Misalnya saja dengan melakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Pernah dengar sebelumnya, Moms?
Ilustrasi perawatan metode kanguru. Foto: Shutter Stock

Yang Perlu Diketahui soal Perawatan Metode Kanguru

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya menjelaskan bahwa Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah atau bayi prematur, yaitu dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin to skin contact. Nantinya suhu tubuh sang ibu dapat menghangatkan bayinya. Metode perawatan ini juga terbukti bisa meningkatkan keberhasilan pemberian ASI.
Inisiasi Menyusu Dini atau IMD Foto: Shutterstock

Kata Dokter soal Perawatan Metode Kanguru sebagai Pengganti Inkubator

Selain itu, Perawatan Metode Kanguru (PMK) rupanya dapat menjadi alternatif pengganti inkubator dalam perawatan bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Demikian yang disampaikan Dokter Spesialis Anak, dr. Robert Soetandio, SpA, M. Si.Med.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, idealnya, berat bayi baru lahir adalah 2,5-4 kilogram. Artinya, bayi yang memiliki berat kurang dari 2,5 kilogram (2500 gram) dapat dikategorikan menjadi bayi berat lahir rendah (BBLR).
Lain halnya dengan bayi prematur. Bayi prematur diartikan sebagai bayi yang lahir kurang dari cukup bulan. Sementara, bayi BBLR lahir sudah cukup bulan untuk lahir, hanya saja memiliki berat yang rendah. Namun dalam beberapa kasus kebanyakan, BBLR sering ditemui pada bayi prematur.
Bayi baru lahir. Foto: Thinkstock

Kelebihan Perawatan Metode Kanguru

Lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa kelebihan dari Perawatan Metode Kanguru yang dapat ibu lakukan untuk si kecil.
1. PMK merupakan cara efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar, yaitu adanya kontak kulit bayi ke ibu, di mana tubuh ibu akan menjadi termoregulator bagi bayi. Bayi dapat merasakan kehangatan yang dapat menghindarkan bayi dari hipotermia.
ADVERTISEMENT
2. PMK memudahkan pemberian ASI, perlindungan dari infeksi, stimulasi, keselamatan (karena di dekat ibu), dan kasih sayang.
3. PMK dapat menurunkan kejadian infeksi, penyakit berat, masalah menyusui, dan ketidakpuasan ibu bersama si kecil.
4. Meningkatkan bonding antara ibu dan bayi.
5. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Menurut dokter yang praktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini, penggunaan inkubator sendiri bukan merupakan suatu hal yang mudah, Moms. Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan inkubator untuk bayi. Apa saja?
-Pertama, inkubator membutuhkan sumber energi untuk mengoperasikannya.
-Kedua, kebersihan inkubator harus dijaga seketat mungkin karena dengan inkubator yang tidak detail pembersihannya akan menjadikan inkubator sebagai sumber infeksi.
ADVERTISEMENT
-Ketiga, pemantauan suhu inkubator harus disesuaikan dengan berat badan dan usia gestasi/kandungan bayi.
Jadi, perawatan metode kanguru dapat menjadi alternatif pengganti inkubator untuk merawat bayi yang lahir dengan berat rendah, ya, Moms. Sebelum melakukan Perawatan Metode Kanguru, biasanya dokter atau tim medis akan diberikan pemahaman seputar teknik tersebut. Untuk itu, Anda tak perlu khawatir, Moms.