kumparan
Mom31 Desember 2017 15:51

Mari Sesuaikan Mainan dengan Usia Anak

Konten Redaksi kumparan
Anak merengek meminta mainan
Anak merengek meminta mainan (Foto: Pixabay)
Dalam melengkapi kebutuhan anak untuk belajar agar dapat tumbuh dengan baik, sebaiknya orang tua memilih mainan yang tepat. Mainan memiliki fungsi edukasi jika benar-benar dipahami fungsinya.
ADVERTISEMENT
Salah satu acuan untuk menentukan mainan yang tepat atau tidak, perlu dipertimbangkan usia anak. Kemampuan indera anak, imajinasi serta perilaku berbeda-beda di masing-masing usia. Dikutip dari Child Development Info, perlu dibedakan antara mainan untuk bayi, balita, dan anak yang beranjak remaja. Berikut ulasannya:
Mainan untuk anak bayi
Mainan untuk bayi
Mainan untuk bayi. (Foto: Thinkstock)
Bayi memiliki keinginan yang besar untuk belajar tentang apa saja yang ada di sekitarnya dan pada dasarnya mereka memang harus terus belajar banyak hal. Setiap bentuk, warna, tekstur, rasa dan suara baru yang mereka lihat, dengar dan rasakan adalah pengalaman baru untuk proses pembelajaran mereka.
Sebagai orang tua, hendaknya berikan anak Anda mainan yang mampu merangsang bayi untuk menggunakan kemampuan inderanya. Mainan yang memiliki fitur bergerak dan mampu mengeluarkan suara musik akan menjadi favorit para bayi. Mainan dengan warna yang kontras juga akan sangat menarik bagi bayi dan merangsang indera penglihatan mereka untuk terus berkembang.
ADVERTISEMENT
Salah satu contoh mainan untuk bayi adalah buah blok. Buah blok membantu mereka membangun keterampilan motoriknya. Tidak hanya itu, blok tersebut juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan anak untuk mengkoordinasikan mata dan tangannya dengan cermat.
Mainan untuk balita
Mainan untuk balita
Mainan untuk balita. (Foto: Thinkstock)
Balita memiliki pilihan mainan yang lebih banyak jika dibandingkan usia bayi. Tak ada yang menjadi masalah jika anak masih menikmati beberapa mainan yang mereka mainkan saat bayi dahulu. Blok yang sama seperti yang mereka mainkan saat bayi masih bermanfaat. Blok dapat memberikan peluang pembelajaran yang baru dan berbeda.
Namun, orang tua juga perlu menambah jenis mainan seiring perkembangan usia anak. Misalnya saja seperti permainan blok yang lebih besar dan beragam seperti lego. Mainan ini memberi kesempatan bagi anak untuk belajar lebih banyak tentang warna dan simetri saat mereka mengembangkan keterampilan motorik mereka.
ADVERTISEMENT
Mainan yang mengajari anak cara mencocokkan barang yang serupa bisa menjadi pilihan terbaik untuk mereka. Selain itu, berilah anak Anda mainan yang juga melibatkan Anda untuk mengajarkan kepadanya nama-nama yang berbeda dari setiap bentuknya.
Mainan untuk anak-anak prasekolah dan anak-anak usia sekolah
Mainan terbaik untuk anak
Mainan terbaik untuk anak. (Foto: Thinkstock)
Usia menjelang remaja adalah waktu terbaik untuk mengajarkan anak tentang huruf, angka dan kemampuan berbahasa. Jangan khawatir, karena ada banyak jenis mainan yang mendorong jenis pembelajaran ini. Misalnya, teka-teki yang mengasah kemampuannya menghafal alfabet.
Permainan ini bisa menjadi langkah awal yang Anda kenalkan kepada anak, sebelum mereka mempelajarinya di sekolah. Memberi mereka kesempatan untuk bersenang-senang sambil mempraktekkan hal-hal yang mereka pelajari di sekolah akan meningkatkan kemampuan ingatan mereka terhadap hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Jangan melulu berkutat pada mainannya. Berikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan agar. Mulai libatkan diri Anda dengan bermain bersama mereka. Hal ini sangat bermanfaat untuk membangun keterikatan secara fisik dan emosional dengan anak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan