Kumparan Logo

Mastitis Bikin Payudara Bengkak, Apakah Harus Selalu Dioperasi?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Butsaya/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Butsaya/Shutterstock

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang umumnya terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini dapat berkaitan dengan aliran ASI yang tidak optimal dan menimbulkan berbagai keluhan, seperti payudara terasa bengkak, keras, nyeri, kemerahan, hingga demam.

Namun, mastitis tidak hanya dialami oleh ibu menyusui. Orang yang tidak menyusui juga dapat mengalaminya. Beberapa faktor yang dapat memicu mastitis di antaranya luka pada payudara, tindikan, maupun gesekan pakaian/bra yang terlalu ketat.

Apakah Mastitis Harus Selalu Dioperasi?

Ilustrasi mastitis pada ibu menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock

Menurut dokter yang juga konselor laktasi, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, mastitis tidak selalu membutuhkan tindakan operasi.

Penanganan dapat dimulai dengan memperbaiki posisi dan perlekatan saat menyusui pada ibu menyusui, hindari pakaian yang ketat. Dokter juga memberikan obat antiperadangan dan pereda nyeri untuk membantu mengurangi gejala yang muncul.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan antibiotik yang aman. Namun bila dalam 24–48 jam setelah mendapatkan pengobatan kondisi tidak kunjung membaik atau sudah terbentuk abses (kantong berisi nanah), tindakan pembedahan dapat dilakukan untuk mengeluarkan nanah tersebut.

Jadi, operasi bukan menjadi penanganan pertama untuk semua kasus mastitis. Tindakan tersebut bergantung pada kondisi dan respons tubuh terhadap pengobatan.

Bolehkah Payudara Dipijat saat Mastitis?

Payudara tetap boleh dipijat saat mengalami mastitis, tetapi pastikan dilakukan dengan cara yang tepat dan lembut.

Jika keluhan berkaitan dengan aliran ASI yang terhambat, pijatan lembut dapat membantu mendukung kelancaran aliran ASI. Sebaliknya, pijatan yang terlalu kuat justru dapat memperparah peradangan pada jaringan payudara.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Lakukan pijatan dengan lembut.

  • Hindari menekan atau memijat jaringan payudara terlalu kuat.

  • Tetap menyusui atau memerah ASI dari payudara yang mengalami mastitis.

  • Gunakan kompres dingin setelah menyusui atau memerah ASI untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakan.

Jika gejala semakin berat atau tidak membaik setelah mendapatkan penanganan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang sesuai ya, Moms.