Kumparan Logo

Mata Bayi Baru Lahir Berwarna Merah Muda, Normal Enggak Ya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mata bayi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mata bayi Foto: Shutterstock

Ketika bayi lahir ke dunia, kulit mereka mungkin akan terlihat ungu dan kemerahan. Kemudian, beberapa bayi juga memiliki bintik-bintik putih di wajahnya. Ya Moms, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut merupakan penampilan normal bayi baru lahir.

Selain itu, mata bayi baru lahir juga biasanya belekan, ini bisa dibersihkan menggunakan kasa hangat setiap selesai mandi. Namun, bagaimana jika matanya berwarna merah muda? Normal enggak ya kondisi tersebut?

Penjelasan soal Normal atau Tidak Mata Bayi Baru Lahir Berwarna Merah Muda

Jika mata bayi baru lahir berwarna merah muda, bisa jadi karena gejala konjungtivitis. Penyebabnya beragam, bisa akibat infeksi, iritasi, atau saluran air mata yang tersumbat, sehingga harus segera dibawa ke dokter, Moms.

Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC), biasanya mata bayi yang mengalami konjungtivitis terjadi beberapa hari atau beberapa minggu setelah lahir. Ini juga ditandai dengan kelopak mata bengkak dan juga lembut.

Jenis Konjungtivitis pada Bayi Baru Lahir

Masih mengutip CDC, ada banyak jenis konjungtivitis yang bisa menyerang bayi baru lahir, berikut di antaranya:

1. Konjungtivitis inklusi (klamidia)

Mata bayi Foto: Shutterstock

Bakteri chlamydia trachomatis dapat menyebabkan konjungtivitis inklusi dan infeksi genital (klamidia). Jika ibu hamil memiliki klamidia dan tidak diobati, maka dapat menularkan ke bayi saat melahirkan.

Gejala konjungtivitis inklusi ini seperti mata kemerahan, pembengkakan kelopak mata, dan keluarnya nanah. Gejalanya cenderung muncul di hari ke 5 sampai 12 setelah lahir. Namun, gejalanya bisa muncul lebih awal jika kantung ketuban pecah dini.

2. Konjungtivitis gonokokal

Konjungtivitis gonokokal bisa terjadi karena bakteri neisseria gonorrhoeae, yang juga menyebabkan infeksi menular seksual yang disebut gonore. Jika Anda mempunyai gonore dan tidak diobati, maka hal itu dapat menular ke bayi saat melahirkan.

Selain mata berwarna merah muda, gejala konjungtivitis ini juga bisa menyebabkan nanah kental di mata, dan pembengkakan kelopak mata. Jenis konjungtivitis ini biasanya dimulai pada 2-5 hari pertama kehidupan bayi.

3. Konjungtivitis kimia

mata bayi Foto: Shuttetrstock

Biasanya bayi baru lahir akan mendapatkan obat tetes mata untuk mencegah infeksi bakteri, namun pada beberapa bayi, ini juga dapat mengakibatkan iritasi, Moms. Hal ini disebut dengan konjungtivitis kimia, dan gejalanya termasuk mata merah ringan dan pembengkakan kelopak mata, yang berlangsung selama 24 hingga 36 jam.

4. Konjungtivitis neonatus lainnya

Virus dan bakteri selain chlamydia trachomatis dan neisseria gonorrhoeae, juga dapat menyebabkan konjungtivitis. Misalnya, bakteri yang hidup di vagina dan tidak menular secara seksual.

Selain itu, virus yang menyebabkan herpes genital dan oral juga dapat menyebabkan konjungtivitis neonatal dan kerusakan mata yang parah. Anda dapat menularkan virus tersebut kepada bayi saat melahirkan.

Namun, konjungtivitis herpes lebih jarang daripada konjungtivitis yang disebabkan oleh gonore dan klamidia. Biasanya gejalanya seperti mata merah dan kelopak mata bengkak dengan sedikit nanah.

======

Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.