Melahirkan dengan Vakum, Bagaimana Prosesnya?

13 Mei 2022 9:07
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Melahirkan dengan Vakum, Bagaimana Prosesnya? (65875)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Ada berbagai jenis metode persalinan yang perlu ibu hamil ketahui, salah satunya melahirkan dengan vakum. Apa maksudnya? Ya Moms, sesuai dengan namanya, metode melahirkan ini menggunakan pompa vakum untuk menarik bayi keluar.
ADVERTISEMENT
Melahirkan dengan vakum atau disebut ekstraksi vakum seringkali dilakukan saat persalinan pervaginam. Biasanya, saat ibu tidak kuat mengejan lebih lama, dokter menyarankan untuk melakukan ekstraksi vakum. Sebab, jika bayi terlalu lama tertahan, maka akan membahayakan nyawanya.
Melahirkan dengan Vakum, Bagaimana Prosesnya? (65876)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
Lantas, apa maksud dari melahirkan dengan bantuan vakum?

Memahami Metode Melahirkan dengan Bantuan Vakum

Saat persalinan normal, umumnya bayi dapat keluar sendiri setelah ibu mengejan. Namun, selain ibu tidak kuat mengejan lebih lama, ada beberapa kondisi lain yang menghambat proses persalinan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Misalnya saat air ketuban pecah, bayi telah turun ke jalan lahir lebih cepat, detak jantung bayi bermasalah, dan gangguan kesehatan yang dialami ibu sehingga tidak memungkinkan untuk mengejan lebih lama.
ADVERTISEMENT
Selama ekstraksi vakum berlangsung, ibu diminta berbaring telentang dengan posisi kaki terbuka sambil memegang setiap sisi tempat tidur. Kemudian, dokter akan memasukkan cup vakum ke dalam vagina, dan meletakkannya di kepala bayi. Selanjutnya, dokter akan menggunakan pompa untuk memberi tekanan pada vakum untuk menyedot kepala bayi.
Melahirkan dengan Vakum, Bagaimana Prosesnya? (65877)
zoom-in-whitePerbesar
Metode melahirkan dengan vakum. Foto: Tamas Gabor/Shutterstock
Perlu diketahui, bila ibu melahirkan dengan bantuan vakum bukan berarti tidak perlu mengejan. Ibu harus tetap mengejan untuk mendorong bayi keluar, tetapi dengan tidak perlu terlalu lama atau kuat.
Namun, mengutip dari Mayo Clinic, ekstraksi vakum tidak selalu berhasil. Jika dokter tidak berhasil melahirkan bayi dengan aman, persalinan caesar akan direkomendasikan.
Melahirkan dengan vakum juga tidak disarankan apabila:
  • Leher rahim tidak sepenuhnya melebar
  • Berat badan janin lebih dari 4 kilogram
  • Posisi kepala bayi tidak cukup rendah ke jalan lahir
  • Janin memiliki kepadatan tulang yang rendah
  • Pendarahan di dalam rahim
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, penting untuk ibu hamil konsultasi dengan dokter menjelang hari persalinan. Berbagai jenis pemeriksaan juga bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin bila diperlukan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020