Kumparan Logo

Melahirkan dengan Vakum, Bagaimana Prosesnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock

Ada berbagai jenis metode persalinan yang perlu ibu hamil ketahui, salah satunya melahirkan dengan vakum. Apa maksudnya? Ya Moms, sesuai dengan namanya, metode melahirkan ini menggunakan pompa vakum untuk menarik bayi keluar.

Melahirkan dengan vakum atau disebut ekstraksi vakum seringkali dilakukan saat persalinan pervaginam. Biasanya, saat ibu tidak kuat mengejan lebih lama, dokter menyarankan untuk melakukan ekstraksi vakum. Sebab, jika bayi terlalu lama tertahan, maka akan membahayakan nyawanya.

Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: Shutterstock

Lantas, apa maksud dari melahirkan dengan bantuan vakum?

Memahami Metode Melahirkan dengan Bantuan Vakum

Saat persalinan normal, umumnya bayi dapat keluar sendiri setelah ibu mengejan. Namun, selain ibu tidak kuat mengejan lebih lama, ada beberapa kondisi lain yang menghambat proses persalinan sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Misalnya saat air ketuban pecah, bayi telah turun ke jalan lahir lebih cepat, detak jantung bayi bermasalah, dan gangguan kesehatan yang dialami ibu sehingga tidak memungkinkan untuk mengejan lebih lama.

Selama ekstraksi vakum berlangsung, ibu diminta berbaring telentang dengan posisi kaki terbuka sambil memegang setiap sisi tempat tidur. Kemudian, dokter akan memasukkan cup vakum ke dalam vagina, dan meletakkannya di kepala bayi. Selanjutnya, dokter akan menggunakan pompa untuk memberi tekanan pada vakum untuk menyedot kepala bayi.

Metode melahirkan dengan vakum. Foto: Tamas Gabor/Shutterstock

Perlu diketahui, bila ibu melahirkan dengan bantuan vakum bukan berarti tidak perlu mengejan. Ibu harus tetap mengejan untuk mendorong bayi keluar, tetapi dengan tidak perlu terlalu lama atau kuat.

Namun, mengutip dari Mayo Clinic, ekstraksi vakum tidak selalu berhasil. Jika dokter tidak berhasil melahirkan bayi dengan aman, persalinan caesar akan direkomendasikan.

Melahirkan dengan vakum juga tidak disarankan apabila:

  • Leher rahim tidak sepenuhnya melebar

  • Berat badan janin lebih dari 4 kilogram

  • Posisi kepala bayi tidak cukup rendah ke jalan lahir

  • Janin memiliki kepadatan tulang yang rendah

  • Pendarahan di dalam rahim

Oleh karena itu, penting untuk ibu hamil konsultasi dengan dokter menjelang hari persalinan. Berbagai jenis pemeriksaan juga bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu dan janin bila diperlukan.

kumparan post embed