Kumparan Logo

Memasak Bersama Anak Ternyata Bisa Jadi Cara Seru Belajar Matematika, Lho!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak memasak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak memasak. Foto: Shutterstock

Moms, mengajari anak matematika nggak harus selalu melalui buku atau lembar latihan. Aktivitas sederhana di dapur, seperti membuat puding, menghias kue, atau menyiapkan camilan bersama, ternyata dapat menjadi media belajar matematika yang menyenangkan.

Bahkan, para ahli pendidikan anak usia dini menilai bahwa kegiatan memasak membantu anak memahami konsep matematika melalui pengalaman langsung. Saat anak menghitung potongan buah, menuang bahan sesuai takaran, atau mengikuti urutan resep, mereka sedang belajar tanpa merasa sedang "belajar".

Belajar Berhitung Lewat Aktivitas Memasak

National Association for the Education of Young Children (NAEYC) melansir, memasak merupakan salah satu aktivitas sehari-hari yang kaya akan konsep matematika. Anak dapat belajar menghitung jumlah bahan, mengenal angka, membandingkan ukuran, hingga memahami konsep lebih banyak dan lebih sedikit melalui kegiatan yang bermakna.

Misalnya, saat Anda meminta anak mengambil tiga potong stroberi atau menghitung lima sendok agar-agar, mereka sedang melatih kemampuan berhitung. Ketika anak diminta membagi buah menjadi beberapa bagian yang sama, mereka juga mulai mengenal konsep pembagian secara sederhana.

Mengenal Konsep Ukuran dan Pengukuran

Ilustrasi anak balita memasak atau membuat kue bersama ibu. Foto: Shutterstock

Tak hanya berhitung, memasak juga memperkenalkan anak pada konsep pengukuran. Anak belajar membedakan satu sendok teh dan satu sendok makan, setengah gelas dan satu gelas penuh, atau memahami bahwa dua setengah cangkir dapat menghasilkan jumlah yang lebih banyak daripada satu cangkir.

NAEYC menjelaskan bahwa kegiatan mengukur bahan makanan membantu anak memahami konsep volume, ukuran, dan perbandingan melalui pengalaman konkret. Anak pun lebih mudah memahami konsep tersebut dibandingkan hanya melihat angka di atas kertas.

Belajar Mengikuti Urutan dan Memecahkan Masalah

Resep masakan juga mengajarkan anak berpikir secara runtut. Mereka belajar bahwa setiap langkah memiliki urutan yang harus diikuti, misalnya mencampurkan bahan terlebih dahulu sebelum menghias makanan.

Apabila hasilnya belum sesuai harapan, anak juga terdorong untuk mencari tahu penyebabnya. Proses ini melatih kemampuan berpikir logis sekaligus problem solving yang menjadi bagian penting dari perkembangan kognitif.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Childhood Education juga menemukan bahwa percakapan orang tua mengenai angka dan pengukuran selama memasak dapat mendukung perkembangan kemampuan matematika anak usia prasekolah, terutama ketika disertai arahan yang membantu anak memahami setiap langkah kegiatan.

Belajar Matematika Terasa Lebih Menyenangkan

Berbeda dengan latihan berhitung yang terkadang membuat anak cepat bosan, memasak menghadirkan pengalaman belajar yang nyata. Anak bisa melihat, menyentuh, mencium aroma, sekaligus menikmati hasil masakannya sendiri.

Karena dilakukan dalam suasana bermain bersama orang tua, konsep-konsep matematika seperti berhitung, mengukur, membandingkan, hingga mengenal pola menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Jadi, lain kali saat mengajak si kecil membuat camilan favoritnya, ingatlah bahwa Anda tidak hanya sedang menciptakan momen quality time. Tanpa disadari, anak juga sedang membangun fondasi kemampuan matematika yang akan bermanfaat untuk proses belajarnya di masa depan.