Membangun Masa Depan Anak Lewat Ruang Bermain yang Layak
·waktu baca 3 menit

Di era digital saat ini, orang tua dihadapkan pada tantangan ganda, yaitu membatasi screen time anak di tengah keterbatasan ruang bermain yang aman di lingkungan sekitar. Data menunjukkan bahwa 9 dari 10 kota di Indonesia masih belum ramah anak karena minimnya taman dan ruang bermain terbuka. Bahkan, 70% dari fasilitas yang ada pun dinilai sudah tidak layak digunakan.
Menjawab tantangan tersebut, Loluna Baby Skincare, bersama BenihBaik.com dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, meresmikan renovasi taman bermain di TK Islam Al Abror, Ciracas, Jakarta Timur.
Sekolah yang telah berdiri hampir 45 tahun ini sebelumnya tidak pernah mendapatkan peremajaan fasilitas bermain. Tentu, kondisinya tak lagi layak untuk bermain anak-anak. Namun kini, taman bermain tersebut telah berubah menjadi ruang yang aman, edukatif, dan inklusif. Bahkan bukan hanya untuk siswa sekolah, tetapi juga lebih dari 100 keluarga di lingkungan sekitar.
Inisiatif Sosial untuk Generasi Emas
Co-Founder & CEO Loluna, Bianca Belnadia, menyampaikan bahwa proyek ini adalah buah dari kerja sama yang telah digagas selama 9 bulan terakhir.
“Ini merupakan suatu inisiasi yang kami sudah gaungkan dari 9 bulan terakhir untuk membuat ini menjadi kenyataan. Dan ini merupakan mimpi yang layak diwujudkan dari teman-teman kita, saya, dan Loluna, untuk bisa memberikan benih-benih baik yang bisa ditaburkan untuk keluarga dan anak-anak di Indonesia,” ujar Bianca dalam acara Peresmian Renovasi Taman Bermain Gratis TK Al Abror, Jakarta Timur, Rabu (17/9).
Ia juga mengapresiasi peran penting Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan proyek ini.
Bermain Adalah Hak Anak dan Investasi Masa Depan
Melalui video tayangan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menyatakan bahwa bermain adalah hak anak yang harus difasilitasi. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan bermain di luar ruang sebagai bagian dari tumbuh kembang yang sehat.
“Kata bermain itu membuat kita itu merasa tidak ada jaraknya karena kalau anak-anak dibilang, “Ayo sekolah, ayo belajar” itu seperti ada sebuah gap. Nah kalau kita bermain, sebenarnya dalam permainan kan banyak hal-hal positif yang kita lakukan gitu,” tuturnya.
Sementara menurut Tenaga Ahli Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Andi Muhammad Jufri, yang turut hadir dalam acara ini menyebut bahwa ruang bermain seperti ini bukan hanya wadah untuk bermain saja. Tapi juga sarana untuk membentuk empat kecerdasan anak sejak dini, yaitu kecerdasan intelektual, kinestetik, emosional, dan spiritual.
Ia juga menekankan pentingnya tak hanya menyediakan fasilitas fisik, tapi juga menghadirkan SDM dan program yang ramah anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
“Nah tempat seperti ini, ini yang memungkinkan anak kita nanti belajar keempat kecerdasannya. Walaupun nanti kemudian, bukan hanya fisiknya yang perlu seperti ini, tapi juga nanti dibutuhkan SDM-nya yang ramah, dan juga program yang ramah. Nah ini menjadi kunci membangun generasi kita nanti yang emas, emas dan kuat,” ucapnya.
