Mendidik Anak untuk Aktif Bergerak itu Perlu, Ini Alasannya!

Di era digital ini, anak-anak biasanya akrab dengan gadget sejak usia dini tidaklah asing. Anak bisa menghabiskan berjam-jam untuk menonton video atau bermain game di depan layar. Namun, kegiatan tersebut bila dilakukan secara sering atau terus-menerus, karena dapat memberikan efek negatif untuk anak, Moms.
Menurut sebuah penelitian dari Lahore Garrison University, penggunaan gadget yang terlalu sering pada anak dapat menyebabkan keterlambatan bicara, sulit untuk fokus, hambatan dalam proses belajar, bahkan dapat berpengaruh pada kesehatan mental.
Dikutip dari website MEDICA Trade Fair, anak dengan gadget juga memiliki risiko overweight bahkan obesitas. Sementara itu, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Family Medicine and Primary Care, obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, asma, penyakit jantung, kolesterol tinggi, hingga gangguan tidur (sleep apnea).
Salah satu penyebab obesitas adalah tingkat aktivitas anak yang menurun. Mereka jadi malas untuk bergerak atau bermain baik di dalam maupun luar rumah, kegiatan positif yang semestinya rutin dilakukan untuk perkembangan fisik dan mental yang baik bagi anak.
Karenanya, ajak dan ajarilah anak untuk aktif bergerak sejak dini, Moms. Anda bisa mengakalinya dengan membuat aktivitas fisik jadi lebih menyenangkan. Sehingga, dengan sendirinya si kecil pun jadi tertarik untuk bergerak aktif.
Salah satunya dengan melakukan permainan seru bersama keluarga. Anda sekeluarga bisa mencoba permainan lempar bola, lompat tali, atau petak umpet dengan melibatkan anak.
Jika pergi ke luar rumah di akhir pekan, Anda bisa mengajak anak ke tempat yang membuatnya dapat bergerak aktif, misalnya ke trampoline park, water park, atau tempat iceskating. Taman yang dilengkapi dengan perosotan atau ayunan juga bisa dijadikan pilihan.
Anda juga bisa membuat anak bergerak dengan memberinya reward atau penghargaan, Moms. Misalnya, dengan mengajaknya berjalan kaki untuk berbelanja ke warung. Anda bisa memberikan sebagian dari kembalian pada si kecil sebagai reward. Tentunya sambil mengajarkan anak bahwa reward tersebut bisa ditabung.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah peraturan untuk menggunakan gadget di rumah. Menurut World Health Organization (WHO), anak di bawah lima tahun tidak boleh menghabiskan waktu di depan layar lebih dari satu jam dalam sehari. Karenanya, Anda harus tegas agar anak dapat bermain gadget dalam batas waktu yang ditentukan. Sebagai orang tua, berikan teladan dengan tidak terlalu sering membuka gadget di depan anak.
Mengajak si kecil untuk bergerak aktif dan membatasi penggunaan gadget merupakan investasi bagi masa depannya. Dengan tubuh yang sehat, saat tumbuh dewasa kelak anak dapat beraktivitas secara optimal, menjalani passion, dan mengejar mimpi mereka.
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan Sun Life.
