kumparan
29 April 2018 21:52

Mengangkat Kaki Setelah Berhubungan Seks Bikin Cepat Hamil, Benarkah?

Ilustrasi bercinta. (Foto: Thinkstock)
Kehadiran buah hati biasanya selalu dinanti-nanti sebagai pelengkap kebahagiaan pasangan suami istri. Berbagai upaya pun dilakukan agar program hamil berjalan lancar, salah satunya dengan meningkatkan kualitas hubungan seksual.
ADVERTISEMENT
Anda mungkin pernah mendengar bahwa berbaring sambil mengangkat kaki selama 10-15 menit setelah berhubungan seks bisa meningkatkan peluang kehamilan. Tapi, benarkah akan berhasil?
Studi terbaru yang dipresentasikan pada Konferensi Kesuburan terbesar di Eropa, tepatnya di Helsinki, Finlandia, mematahkan teori tersebut.
Dilansir Mirror, para ahli dari Belanda melakukan penelitian pada 500 pasangan. Setengah dari wanita tersebut ditugaskan untuk mengangkat kaki setelah bercinta. Setengah lainnya segera bangun.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang mengangkat kaki selama 15 menit memiliki tingkat kehamilan mencapai 32,2 persen, sementara wanita yang segera bangun justru memiliki tingkat kehamilan yang lebih tinggi, yakni 40,3 persen.
Nah, berarti berbaring sambil mengangkat kaki ternyata tidak berpengaruh positif pada peluang kehamilan ya.
ADVERTISEMENT
Seorang ahli kesuburan dari Universitas Sheffield, Prof Allan Pace, tidak terkejut dengan temuan ini. Ia mengatakan untuk mencapai tuba falopi, sel sperma hanya butuh lima menit saja. Setelah itu mereka dapat bertahan hidup selama beberapa hari di dalam rahim.
Ilustrasi Organ Reproduksi Wanita (Foto: thinsktock)
"Pada buku pelajaran biologi, digambarkan anatomi reproduksi wanita, rahim dan vagina berada dalam garis vertikal lurus. Akibatnya, banyak wanita beranggapan setelah berhubungan seks, lalu bangun maka sperma akan jatuh," ucap Dr Adam Balen, Profesor Kedokteran Reproduksi di Leeds Teaching Hospitals, Inggris.
Padahal, menurut Balen, secara anatomis hal tersebut tidak akan terjadi. Jadi, tak perlu percaya lagi dengan mitos mengangkat kaki ini, Moms.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan