Kumparan Logo

Mengapa Ibu Hamil Terkadang Berjalan Ngangkang? Ini Penjelasannya!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil berjalan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil berjalan. Foto: Shutter Stock

Memasuki kehamilan trimester ketiga, ibu hamil akan mengalami berbagai keluhan pada tubuhnya, seperti pinggang, punggung, dan beberapa persendian. Keluhan nyeri atau sakit pada area tersebut tak jauh-jauh karena perubahan fisik pada ibu hamil, terutama perut yang semakin membesar.

Akibat dari ketidaknyamanan tersebut, Anda mungkin akan beraktivitas dengan cara yang sedikit berbeda. Seperti misalnya, cara berjalan. Sadar enggak sih, cara berjalan Anda bisa berbeda seperti sedikit mengangkang dan agak bergoyang layaknya penguin?

Gaya berjalan ini biasa disebut juga waddling, Moms. Mengapa bisa terjadi?

Alasan Mengapa Gaya Berjalan Ibu Hamil Bisa Berbeda

Dikutip dari Healthline, selama trimester kedua, tubuh ibu hamil akan mulai memproduksi hormon relaksin, atau hormon yang melemaskan sendi dan ligamen di panggul. Akibatnya, panggul secara perlahan akan melebar, yang tentunya akan membantu memperlebar jalur lahir bayi saat sudah siap dilahirkan.

Ilustrasi ibu hamil olahraga. Foto: Shutter Stock

Selain hormon relaksin, janin yang semakin besar akan membuat tekanan perut menjadi lebih ke bawah. Kondisi ini bisa turut memperlebar panggul Anda. Panggul yang melebar inilah yang kemudian jadi memengaruhi cara berjalan ibu hamil.

Dan saat memasuki trimester akhir kehamilan, perut yang semakin menonjol dapat membuat ibu hamil kesulitan mengatur keseimbangan, terutama saat berjalan. Selain itu, tulang belakang dan panggul juga mungkin akan melengkung ke dalam untuk menopang perut besar Anda. Akibatnya, ibu hamil akan merasakan tekanan saat berdiri atau berjalan.

Hal ini senada dengan studi yang dilakukan Hiroshima University pada tahun 2016 silam. Dilansir laman Parents, para peneliti mencoba meneliti cara berjalan ibu hamil yang 'bergoyang-goyang' ini dengan teknologi 3D. Hasil penelitian yang melibatkan delapan wanita hamil itu menemukan bahwa kehilangan keseimbangan sebenarnya sudah bisa berlangsung sejak trimester pertama.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pada trimester pertama, pusat massa wanita cenderung lebih maju ke depan tubuhnya dibandingkan sebelum hamil. Ibu hamil juga lebih sedikit menekuk lututnya saat berjalan. Kombinasi inilah yang menyebabkan ibu hamil bisa kehilangan keseimbangan. Makanya, mereka akhirnya akan lebih nyaman untuk berjalan sedikit mengangkang, terutama saat perutnya sudah semakin membesar.

Jadi, faktor-faktor inilah yang akhirnya menyebabkan cara berjalan ibu hamil terlihat 'ngangkang' atau seperti penguin berjalan. Kamu juga menyadarinya, Moms?

Tetapi, tenang saja karena gaya berjalan waddling saat hamil terbilang normal dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Justru, cara berjalan mengangkang ini dapat mengurangi risiko Anda terjatuh, karena kaki yang melebar akan membantu ibu hamil mengatur keseimbangan. Gaya berjalan ini akan hilang dengan sendirinya setelah Anda melahirkan.