Mengenal 4 Jenis Alergi yang Sering Dialami Balita

Sebagai orang tua, Anda mungkin cemas bisa melihat balita Anda tiba-tiba alergi. Ya Moms, alergi adalah suatu gejala yang timbul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya atau dikenal sebagai alergen.
Ada banyak faktor yang memicu terjadinya alergi pada Si Kecil, salah satunya adalah faktor genetik yang memiliki pengaruh cukup besar. Namun selain itu, anak juga bisa mengalami alergi yang umumnya disebabkan dari makanan, binatang, debu, atau iritan bahan kimia yang ada di dalam produk balita.
Nah Moms, berikut adalah beberapa jenis alergi yang biasanya dialami balita. Yuk, kenali, agar Anda tahu bagaimana cara mencegah atau menanganinya.
Sayangnya, tak banyak orang tua yang mudah mengenali gejala-gejala alergi pada anak. Sementara alergi pada balita pun beragam jenisnya.
Karenanya penting Anda mengetahui jenis-jenis alergi pada balita. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah melakukan penangannya. Apa saja? Yuk simak, Moms!
Alergi bulu atau liur binatang
Serpihan kulit bulu binatang juga bisa menyebabkan alergi, Moms Misalnya kucing. Tahu kan, Moms, bagaimana kucing suka sekali menjilati tubuhnya atau bermanja-manja dengan manusia. Saat bulu kucing menempel di pakaian atau sofa Anda, serpihan bulu tersebut dapat terhirup manusia juga.
Selain bulu, air liur binatang juga bisa menyebabkan anak alergi. Misalnya, anjing. Protein yang terdapat pada air liur dan kulit anjing juga merupakan salah satu alergen yang umum. Protein ini dapat menyebar ke udara dan terhirup saat anjing mengibas-ngibaskan bulu yang sebelumnya dijilatinya atau bila anjing langsung menjilat manusia.
Alergi Obat
Dibanding orang dewasa, balita cenderung lebih sensitif dengan obat-obatan. Ya, Moms, salah minum obat, si kecil bisa saja mengalami reaksi alergi yang gejalanya ditandai dengan batuk, sesak napas, ruam dan bentol, dan gatal-gatal.
Gejala ini biasanya muncul karena sistem kekebalan tubuh si kecil mengenali sebuah zat dalam obat sebagai ‘bahaya’. Sehingga untuk melindungi tubuh dari “zat beracun” terjadilah reaksi alergi. Karena itu, sebaiknya Anda tak memberi sembarang obat pada anak ya, Moms
Namun, Anda juga tak perlu khawatir berlebihan jika Si Kecil mengalami alergi obat. Sebab gejala yang muncul akibat alergi obat biasanya bersifat ringan dan akan membaik dalam beberapa hari setelah penggunaan obat dihentikan.
Alergi Makanan (MPASI)
Saat sudah berusia 6 bulan, pemberian ASI saja tidak cukup, sehingga ia perlu mendapat nutrisi tambahan dari makanan pendamping ASI (MPASI). Namun pemberian MPASI tidak boleh sembarangan, sebab reaksi alergi pada makanan biasanya dimulai saat Si Kecil baru dikenalkan dengan MPASI.
Gejala alergi makanan pada balita pun berbeda-beda. Ada yang mengalami pusing, mual muntah, sakit perut, diare hingga muncul bintik-bintik merah di kulit. Ada juga yang mengalami semua gejala tersebut.
Kebanyakan kasus alergi makanan biasanya disebabkan oleh bahan-bahan makanan seperti gandum, telur, kacang tanah, kedelai, dan seafood. Untuk penangannya pun tidak boleh sembarangan, Moms. Hubungi dokter terdekat untuk mendapatkan obat pereda dan mendapatkan konsultasi mengenai menu MPASI yang cocok untuk balita Anda.
Alergi Protein Susu Sapi
Moms, telitilah sebelum membeli susu formula untuk balita Anda. Apalagi jika Si Kecil alergi dengan protein susu sapi. Ya, balita yang punya alergi susu sapi biasanya menunjukkan beberapa gejala, seperti diare, sesak napas, mata gatal, dan sakit kepala.
Jika balita Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat dan cepat, Moms. Jika memang anak Anda terdiagnosis alergi protein susu sapi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter mengenai susu formula terbaik untuk anak yang alergi protein susu sapi. Dokter mungkin akan menyarankan susu alternatif seperti susu soya.
Salah satu susu formula dengan kandungan soya yang bisa jadi pilihan Anda adalah Morinaga Chil*Kid Soya MoriCare+ Prodiges. Susu yang dikhususkan untuk usia 1-3 tahun ini terbuat dari soya atau kedelai dan mengandung gizi makro (karbohidrat DAN lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) yang dapat membantu memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan buah hati Anda.
Selain bisa dikonsumsi oleh balita yang intoleransi terhadap protein susu sapi, susu ini juga bisa dikonsumsi untuk balita yang intoleransi terhadap laktosa dan balita yang mengalami galaktosemia.
Susu formula Morinaga Chil*Kid Soya MoriCare+ Prodiges ini dapat diperoleh dengan mudah di KALBE Store.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan KALBE Store
