Mengenal Adenovirus yang Diduga Penyebab Hepatitis Akut Misterius pada Anak
·waktu baca 3 menit

Beberapa waktu terakhir, dunia dihebohkan oleh munculnya penyakit hepatitis akut misterius yang banyak menyerang anak-anak. Para ahli masih terus melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terjadi infeksi virus menular ini. Namun, baru-baru ini salah satu penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan adenovirus 41.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Muzal Kadim, SpA(K), mengatakan belum ada penyebab pasti mewabahnya penyakit ini. Sebab, ada beberapa dugaan yang berhubungan dengan infeksi virus lain seperti adenovirus, cytomegalovirus, atau virus herpes yang dapat menyebabkan hepatitis akut berat.
“Hepatitis aku misterius atau disebut anon etiologi ini belum banyak diketahui. Etiologinya belum diketahui apakah adenovirus, cytomegalovirus, atau herpes, karena semua bisa diduga menyebabkan hepatitis akut berat,” kata dr. Muzal Kadim dalam Konferensi pers seputar hepatitis akut misterius yang dilaksanakan oleh IDI dan IDAI, Sabtu (7/5).
dr. Muzal Kadim menambahkan, sejauh ini penyakit hepatitis akut berat diduga disebabkan oleh adenovirus 41. Namun, sebagian ahli juga menemukan dugaan hubungan dengan SARS-Cov-2, dan sebagian lagi merupakan kombinasi.
Nah Moms, sepertinya penyakit adenovirus masih terdengar asing, ya. Padahal, bisa saja ini merupakan salah satu infeksi virus berbahaya. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini, Moms.
Apa itu Adenovirus?
Adenovirus adalah kelompok virus yang sering menyerang saluran pencernaan dan pernapasan. Biasanya, orang dengan sistem imun lemah dan mengalami penyakit pernapasan dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus ini.
Sementara itu, adenovirus biasanya menyebar melalui kontak erat seperti berjabat tangan, memegang barang, serta droplet dari batuk dan bersin. Oleh sebab itu, sebaiknya segera mencuci tangan sesudah memegang barang dan berjabat tangan dengan orang lain sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata.
Di sisi lain, beberapa kasus juga menunjukkan bahwa adenovirus dapat menyebar melalui tinja orang yang terinfeksi dan melalui air kolam renang.
Gejala apa saja yang dialami saat terinfeksi Adenovirus?
Gejala adenovirus setiap orang berbeda, tergantung tingkat keparahan dan bagian tubuh yang diserang. Namun, ada beberapa gejala umum yang kemungkinan akan muncul, yaitu:
Diare
Sakit perut
Demam ringan
Mual
Muntah
Sakit tenggorokan
Mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit infeksi menular ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan. Contohnya, infeksi paru-paru, infeksi kandung kemih, serta gastroenteritis akut atau peradangan lambung dan usus.
Bagaimana cara mencegah penularan infeksi Adenovirus?
Sebenarnya ada vaksin untuk adenovirus tipe 4 dan 7. Namun, vaksinasi hanya boleh diberikan pada personel militer dan orang yang rentan terinfeksi.
Namun Moms, selain vaksin, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mencegah penyebaran virus tersebut, yaitu:
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
Hindari terlalu sering menyentuh wajah dengan tangan kotor.
Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit, terutama bila menunjukkan gejala adenovirus.
Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut.
Hindari menggunakan alat makan secara bergantian dengan orang lain.
Nah Moms, apabila Anda atau si kecil mengalami gejala yang menandakan infeksi adenovirus dan semakin tak kunjung membaik, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
