Mengenal Erythema Toxicum, Ruam Kulit pada Bayi Baru Lahir

27 Juni 2021 9:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mengenal Erythema Toxicum, Ruam Kulit pada Bayi Baru Lahir (26644)
zoom-in-whitePerbesar
Ruam kulit pada bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kulit bayi baru lahir rentan terhadap segala jenis ruam. Ya Moms, untungnya sebagian besar ruam ini tidak berbahaya dan juga dapat hilang dengan sendirinya. Salah satu ruam yang dapat dimiliki oleh bayi adalah erythema toxicum.
ADVERTISEMENT
Sekitar 48 persen hingga 72 persen bayi cukup bulan, mengalami kondisi kulit erythema toxicum. Kondisi ini tidak menyebabkan tanda-tanda toksisitas sistemik lainnya seperti demam, suhu rendah, lekas marah, ataupun lesu. Hanya saja di beberapa area tubuh bayi akan terlihat kemerahan.
Lantas, bagaimana gejala erythema toxicum dan apakah berbahaya bagi bayi?

Penjelasan soal Erythema Toxicum yang Menyebabkan Ruam pada Bayi

Mengenal Erythema Toxicum, Ruam Kulit pada Bayi Baru Lahir (26645)
zoom-in-whitePerbesar
Ruam kulit pada bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
Erythema toxicum pada bayi baru lahir adalah erupsi kulit yang jinak, terjadi sementara, dan juga dapat sembuh sendiri. Ya Moms, kondisi ini biasanya akan muncul saat bayi berusia enam hari. Namun, beberapa bayi juga mungkin akan mengalaminya saat berusia 2 minggu.
Ruam karena erythema toxicum bisa timbul di wajah, dada, lengan, dan kaki bayi, tetapi biasanya tidak di telapak tangan atau telapak kaki. Ruamnya warna merah bernoda dengan benjolan kecil yang berisi cairan. Meskipun cairan mungkin terlihat seperti nanah, tetapi ini bukan infeksi, Moms.
ADVERTISEMENT
Sehingga seperti dikutip dari Kids Health, karena eritema toxicum tidak menimbulkan gejala apa pun dan hilang dengan sendirinya, maka tidak diperlukan pengobatan khusus. Hanya saja jika si kecil tiba-tiba ada demam, maka Anda harus langsung membawanya ke dokter.
Lebih lanjut, karena erythema toxicum ini bersifat sementara, mungkin ruamnya akan hilang dalam beberapa jam, lalu akan muncul kembali di tempat yang berbeda. Namun umumnya, erythema toxicum akan benar-benar sembuh dalam waktu 7 hingga 14 hari. Dan tenang saja Moms, ruam ini tidak akan meninggalkan bekas pada kulit si kecil.
Lalu, apa sebenarnya penyebab erythema toxicum? Penyebab pastinya tidak diketahui, hanya saja ini dianggap sebagai respons alergi karena ruam menunjukkan infiltrasi eosinofil yang signifikan. Eosinofil adalah sejenis sel darah putih, dan reaksi alergi dapat terjadi pada limfosit atau sel darah putih ibu.
ADVERTISEMENT
Kemudian, karena tidak adanya ruam pada area kulit yang tidak ditumbuhi rambut, seperti telapak tangan dan telapak kaki, menunjukkan bahwa erythema toxicum dapat menjadi respons terhadap mikroba yang menembus folikel rambut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020