Kumparan Logo

Mengenal Fenomena Bayi Terlahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengenal Fenomena Bayi Terlahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban. Foto: DedOK Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Fenomena Bayi Terlahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban. Foto: DedOK Studio/Shutterstock

Melahirkan adalah sebuah proses yang menakjubkan dan tidak akan terlupakan. Setiap ibu pasti ingin melahirkan dengan cara apa pun yang terbaik, asalkan bayi terlahir sehat.

Namun, terkadang ada saja hal-hal tidak terduga yang terjadi saat persalinan. Salah satunya, wanita bisa mengalami kelahiran en caul, apa maksudnya?

Ya Moms, mungkin Anda pernah melihat video atau foto yang memperlihatkan bayi lahir dalam keadaan masih berada di kantung ketuban. Padahal dalam situasi normal, ibu akan mengalami pecah ketuban sebagai pertanda proses persalinan mulai berlangsung. Namun pada kelahiran en caul, bayi terlahir dengan kondisi masih di dalam kantung ketuban yang utuh.

Mengutip WebMD, dalam beberapa kasus, wanita memang bisa melahirkan dengan kantung ketuban yang belum pecah. Kita bahkan bisa melihat bayi meringkuk di dalam gelembung seperti jeli. Tentunya, kondisi ini tergolong langkah lho, Moms. Sebab, fenomena kelahiran en caul hanya terjadi di 1 banding 80 ribu kelahiran. Kebanyakan bayi yang lahir en caul adalah bayi prematur karena ukurannya tidak mampu memecahkan ketuban.

Penyebab Kelahiran En Caul

Penyebab Kelahiran En Caul. Foto: jomphong/Shutterstock

Bayi akan tumbuh dan berkembang di kantung ketuban yang memiliki cairan kuning muda untuk melindungi serta membuatnya tetap hangat. Selama kehamilan, kantong ini akan turut berkontribusi pada perkembangan organ-organ tubuh bayi.

Dilansir Parenting Firstcry, ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya proses kelahiran en caul, yakni:

  1. Kantung ketuban yang tidak pecah menjelang persalinan

  2. Saat melakukan operasi caesar, dokter akan memilih untuk mengangkat bayi beserta kantung ketubannya

  3. Fenomena kelahiran en caul lebih mungkin terjadi pada persalinan caesar ketimbang pervaginam, dan sebagian besar karena kondisi prematur atau bayi belum cukup bulan.

kumparan post embed

Kelahiran en caul ini terjadi dengan sendirinya dan secara kebetulan, Moms. Selain itu, belum ada bukti kelahiran unik ini lebih baik daripada persalinan pada umumnya. Jadi, jika ingin merasakan pengalaman tersebut dengan cara melakukan operasi caesar, ini bukan sesuatu yang bisa Anda minta atau coba.

Apalagi kelahiran en caul bisa menjadi lebih rumit dan membawa sejumlah risiko apabila dilakukan tanpa alasan yang jelas. Pada akhirnya, metode persalinan apa pun yang ingin dijalani harus atas hasil berdiskusi dengan dokter kandungan, ya.

Penanganan Bayi yang Lahir Masih dalam Kantung Ketuban Utuh

Penanganan Bayi yang Lahir Masih dalam Kantung Ketuban Utuh Foto: Shutter Stock

Anda mungkin bertanya-tanya, seperti apa penanganan yang akan dilakukan pada bayi dengan kondisi kelahiran en caul. Biasanya, dokter akan memotong kantung ketuban dengan lembut dan hati-hati untuk mengeluarkan bayi. Setelah dipotong, air ketuban akan mengalir sedikit demi sedikit hingga akhirnya menyusut.

Keunikan lainnya dari kelahiran en caul, ketuban yang masih utuh bisa dipecahkan sendiri oleh bayi setelah ia lahir saat tubuhnya menggeliat. Jadi, kita bisa membayangkan telur yang menetas lho, Moms!

Sebagian besar bayi yang telah berhasil dikeluarkan dari kantung ketubannya akan langsung bernapas lalu menangis. Namun ada juga bayi yang akan sedikit terkejut dan terlambat mengambil napas pertamanya, terutama jika si kecil mengalami kesulitan saat proses dikeluarkan. Setelah proses tersebut berhasil dilakukan, selanjutnya dokter atau perawat akan memotong tali pusar bayi lalu membersihkan seluruh tubuhnya dari sisa-sisa darah dan lendir.