Mengenal Flu Tomat, Penyakit yang Menyerang Anak di India

2 Agustus 2022 17:05
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak dengan flu tomat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dengan flu tomat. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu lalu, banyak anak di India yang gejalanya mirip flu disertai dengan iritasi kulit. Ya Moms, hingga kini penyakit yang disebut dengan flu tomat ini masih menyebar di beberapa kawasan di India. Tak bisa dipungkiri, hal ini mungkin membuat orang tua di berbagai negara menjadi was-was, termasuk di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari FirstCry Parenting, flu tomat atau disebut demam tomat lebih banyak terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menghasilkan ruam kemerahan seperti tomat. Ruam ini bisa berubah menjadi lecet saat infeksi menyebar di tubuh anak. Flu tomat juga termasuk infeksi virus yang cepat menular.
Ilustrasi Anak Kena Flu Tomat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Tomat. Foto: Shutterstock
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab flu tomat. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa demam ini menyerupai penyakit berbasis virus lainnya, salah satunya hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau dikenal dengan flu Singapura.
Lantas, apa saja gejala flu tomat dan bagaimana cara mengatasinya?

Gejala Flu Tomat pada Anak

Ilustrasi anak demam. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak demam. Foto: Shutter Stock
Umumnya, gejala flu tomat mirip dengan gejala chikungunya, seperti iritasi kulit, kulit melepuh, dan dehidrasi. Beberapa anak yang mengalami flu tomat juga mengalami perubahan warna pada lutut, bokong, dan tangan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
  • Demam tinggi.
  • Nyeri sendi.
  • Diare.
  • Batuk.
  • Pilek dan bersin-bersin.
  • Kelelahan berkepanjangan.

Cara Mengatasi Flu Tomat

Sama halnya dengan flu Singapura, flu tomat tergolong dalam jenis penyakit self limiting disease atau bisa sembuh dengan sendiri tanpa memerlukan perawatan atau pengobatan khusus.
Perawatan atau obat yang diberikan hanya bersifat simptomatik, yakni untuk meredakan gejala yang terjadi pada anak. Misalnya saja, minum obat parasetamol untuk meredakan demam atau nyeri sendi. Ruam kemerahan di tubuh si kecil pun akan perlahan menghilang bila demam kian menurun, Moms.
Anak minum obat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak minum obat. Foto: Shutterstock
Beberapa cara ini juga bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran flu tomat pada anak, seperti:
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah.
  • Anak dengan gejala flu tomat perlu mengisolasi diri sampai hasil pemeriksaan keluar.
  • Jika hasilnya menunjukkan terinfeksi, segera lakukan isolasi mandiri karena penyakit ini mudah menular dengan cepat.
  • Gunakan peralatan makan dan barang-barang pribadi secara terpisah.
  • Hindari menggaruk ruam merah yang muncul di tubuh.
  • Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Makan makanan bergizi seimbang untuk menambah energi di dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020