Mengenal Fungsi Eksekutif untuk Dukung Kemampuan Belajar Anak

Sudah berbulan-bulan anak melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi virus corona yang belum juga usai. Ya Moms, semua sistem pembelajaran yang tadinya berlangsung secara tatap muka, kini harus dilakukan secara daring (online). Tak heran, jika kondisi ini membuat sebagian besar anak dilanda rasa bosan karena tak dapat bertemu dengan teman-temannya, bahkan ada pula yang prestasinya menurun selama PJJ berlangsung.
Kalau sudah begini, orang tua harus bagaimana?
Mengenal Fungsi Eksekutif dalam Dukung Kemampuan Belajar Anak
Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K), Psikiater Anak dan Remaja mengatakan bahwa agar anak bisa belajar dengan baik --terlebih selama PJJ, diperlukan fungsi eksekutif yang merupakan bagian dari fungsi kognitif. Apa maksudnya?
Fungsi eksekutif yang berada di otak bagian depan ini memungkinkan si kecil dapat berpikir kritis, membuat rencana, fokus, dan mengingat perintah.
"Yang paling penting, fungsi eksekutif bisa membantu anak mengontrol emosinya. Sehingga, pada saat mereka sedang belajar dan dihadapi kesulitan saat mengerjakan tugas, mereka (anak) tidak mudah marah dan frustasi," ujarnya dalam webinar bertema 'Konferensi Media Virtual Peluncuran DANCOW FortiGro 2XLebihSiap!' yang dihelat beberapa waktu lalu.
Selain itu, fungsi eksekutif juga dapat membantu anak memiliki inisiatif yang lebih baik. Artinya, si kecil tahu kapan waktunya harus belajar, membaca buku, atau mengerjakan tugas misalnya. Dengan demikian, anak bisa merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukannya.
Pentingnya Memori Kerja
Prof. Tjhin kembali memaparkan, fungsi eksekutif ini rupanya memiliki peran dalam fungsi utama otak, yaitu memori kerja. Jadi, seorang anak mampu menyelesaikan masalahnya dengan baik bila memori kerjanya bekerja secara optimal.
"Kita tahu bahwa memori kerja itu merupakan memori yang mampu menyerap informasi selama beberapa saat, bisa dari menit sampai jam, dan tentunya berbeda dari memori jangka pendek. Karena memori kerja ini berfungsi untuk merencanakan dan melakukan suatu tindakan," pungkasnya.
Ia pun memberikan contoh, misalnya saat anak diberikan soal matematika, si kecil sudah bisa membayangkan atau tahu rumusnya seperti apa dan bisa langsung mengerjakannya.
Kemudian, memori kerja, masih kata Prof. Dr. dr. Tjhin juga sangat penting pada saat anak ingin merencanakan sesuatu. Misalnya, saat anak mau berangkat ke sekolah, mereka tahu arah jalan pulang harus lewat mana. Jadi, bukan sekadar menghafal, tapi si kecil sudah mengingat hal yang telah ia pelajari sebelumnya. Karena, hal ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk menghubungkan dan menyimpulkan suatu hal.
"Memori kerja itu bertanggung jawab memproses segala informasi yang didapat anak. Kemudian dia olah dan tindak lanjuti informasi tersebut dan dengan demikian, dari semua kegiatan anak belajar itu, fungsi eksekutifnya harus bekerja dengan optimal. Kalau anak memiliki memori kerja yang kurang optimal, cenderung mengalami berbagai macam kesulitan dalam belajar," imbuhnya.
Orang Tua Perlu Memberikan Nutrisi yang Tepat pada Anak
Bahkan, dalam sebuah penelitian yang dilakukannya pada anak-anak SD di wilayah Jakarta, hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak mengalami berbagai kesulitan belajar karena memori kerjanya kurang optimal. Sehingga, kondisi ini berdampak pada prestasi belajar mereka.
"Hal-hal seperti ini perlu kita ketahui untuk membentuk anak belajar dengan baik, kita bisa membantu anak-anak kita dengan memberikan nutrisi yang tepat," tutur Prof. Dr. dr. Tjhin.
Ya Moms, agar fungsi eksekutif anak dapat bekerja secara optimal, Anda harus bisa memberikan asupan nutrisi bergizi seimbang yang baik untuk si kecil, seperti minyak ikan yang mengandung DHA dan omega 6 (asam lemak). Sebab menurutnya, kadar DHA yang rendah rupanya berhubungan dengan penurunan kemampuan belajar anak.
Kandungan DHA dan omega 6 ini pun dapat diperoleh dari berbagai jenis ikan, seperti salmon, mackerel, ikan gabus, dan susu. Ya, mengonsumsi makanan yang mengandung DHA dan omega 6 juga dapat membantu meningkatkan kemampuan kerja memori anak menjadi lebih baik.
