Kumparan Logo

Mengenal Hamil Anggur, Komplikasi Akibat Sel Telur Tidak Berkembang Jadi Janin

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hasil USG wanita yang alami hamil anggur. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hasil USG wanita yang alami hamil anggur. Foto: Thinkstock

Moms, apakah Anda pernah mendengar istilah hamil anggur? Ya, ini adalah salah satu komplikasi kehamilan yang bisa terjadi pada wanita. Namun, kondisi ini jarang ditemui karena hanya terjadi pada satu dari 1000 kehamilan.

Mengutip Mom Junction, hamil anggur atau kehamilan mola adalah kondisi di mana sel telur yang dibuahi membentuk kelompok sel abnormal atau tidak berkembang menjadi janin, melainkan menjadi gelembung putih berisi cairan atau hidatidosa.

Ilustrasi Hamil Anggur Foto: Thinkstock

Selain cairan, gelembung putih itu juga berisi kista dan massa sel yang menyerupai tahi lalat. Oleh karena itu, hamil anggur kerap dikaitkan dengan penyakit tumor dan penyakit trofoblas.

Lalu, apa saja faktor risiko yang bisa menyebabkan hamil anggur pada wanita?

Faktor Risiko Terjadinya Hamil Anggur

Wanita yang hamil di atas usia 40 tahun atau pernah mengalami keguguran lebih dari dua kali bisa meningkatkan risiko hamil anggur. Selain itu, faktor risiko lainnya adalah:

  • Wanita yang hamil di bawah usia 20 tahun

  • Tinggal di wilayah Asia

  • Kekurangan nutrisi folat dan protein

  • Memiliki riwayat penyakit trofoblas gestasional

Gejala Hamil Anggur

Ilustrasi preeklamsia. Foto: Shutter Stock

Gejala hamil anggur biasanya mirip seperti kehamilan normal lainnya, seperti telat haid dan mual. Namun, ada beberapa gejala yang lebih spesifik mengindikasikan hamil anggur, yaitu:

Pendarahan tidak biasa yang mengeluarkan gumpalan darah mirip seperti buah anggur berwarna coklat. Itulah sebabnya kondisi ini disebut sebagai hamil anggur.

  • Terdapat kista lebih dari 6 cm di ovarium

  • Nyeri panggul

  • Preeklamsia

  • Anemia

  • Rongga rahim tampak abnormal di trimester pertama

  • Hipertiroidisme, seperti detak jantung lebih cepat, mudah lelah, dan penurunan berat badan

Oleh karena itu, bila hamil anggur ini tidak segera diatasi, maka dapat menyebabkan komplikasi lainnya yang dikenal dengan neoplasia trofoblas gestasional, seperti jaringan plasenta akan terus tumbuh abnormal, tahi lalat invasif atau kondisi di mana tumor berkembang biak ke dalam rahim dan vagina, hingga koriokarsinoma gestasional atau kanker yang menyebar melalui pembuluh darah.

kumparan post embed