Kumparan Logo

Mengenal Penyakit Methemoglobinemia yang Sebabkan Warna Kulit Bayi Kebiruan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa dialami bayi baru lahir. Salah satunya adalah penyakit methemoglobinemia.

Ya Moms, penyakit yang satu ini mungkin terdengar asing bagi Anda. Methemoglobinemia (MetHb) merupakan kondisi kelainan darah pada bayi yang terjadi ketika oksigen yang dikirim ke sel-sel tubuh terlalu sedikit. Biasanya, oksigen akan dibawa oleh hemoglobin melalui aliran darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Namun ini tidak terjadi pada penyakit methemoglobinemia.

Dilansir Healthline, pada kondisi ini terdapat jenis hemoglobin tertentu yang dikenal sebagai methemoglobin yang membawa oksigen melalui aliran darah tetapi tidak melepaskannya ke sel tubuh bayi. Apabila tubuh bayi memproduksi terlalu banyak methemoglobin, ini dapat menggantikan hemoglobin normal yang menyebabkan tidak cukupnya oksigen di dalam sel tubuh.

Terdapat dua jenis MetHb, yaitu MetHb bawaan dan MetHb yang didapat dengan sendirinya. Bayi baru lahir bisa mewarisi kondisi ini dari orang tuanya, yang kemudian disebut dengan MetHb bawaan atau genetik.

Penyebab Penyakit MetHb pada Bayi

Ilustrasi Bayi Baru Lahir Foto: Pixabay

Mengutip Medical News Today, MetHb dapat diturunkan jika salah satu atau kedua orang tua membawa gen rusak yang menyebabkan masalah dengan enzim sitokrom b5 reduktase. Terdapat 3 tipe MetHb turunan, tipe 1 disebut juga defisiensi reduktase eritrosit dan terjadi ketika sel darah merah tidak memiliki sitokrom b5 reduktase.

Kemudian, tipe 2 disebut defisiensi reduktase umum dan ini terjadi ketika banyak sel dalam tubuh tidak memiliki enzim. MetHb tipe 3 atau yang disebut juga penyakit hemoglobin M, disebabkan oleh protein hemoglobin itu sendiri yang rusak.

kumparan post embed

Sementara, methemoglobinemia yang didapat disebut juga MetHb akut. Bayi yang mengembangkan MetHb dengan sendirinya, biasanya disebabkan karena paparan obat, seperti anestesi, nitrobenzene, beberapa antibiotik termasuk dapson dan klorokuin. Menurut Food and Drug Administration (FDA), biasanya orang tua menggunakan obat-obatan ini untuk meredakan sakit pada gusi bayi yang giginya mulai tumbuh, meski tidak direkomendasikan.

Perlu diketahui bahwa, kebanyakan kasus yang ditemukan justru adalah MetHb yang didapat, bukan genetik. Jika MetHb jenis ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian pada bayi. Terkadang, penyakit ini disebut sindrom bayi biru, karena salah satu gejalanya yang paling jelas adalah munculnya semburat biru pada kulit bayi.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis