Kumparan Logo

Mengenal Persalinan Prodromal, Kontraksi Terus-Menerus Sebelum Melahirkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi. Foto: Shutterstock

Kontraksi merupakan salah satu tanda ibu akan melahirkan. Biasanya, kontraksi akan terjadi secara bertahap dan bertambah kuat saat mendekati waktu melahirkan. Namun, bagaimana jika kontraksi tersebut justru terjadi terus-menerus dan membuat ibu merasa tak nyaman?

Nah Moms, kondisi itu disebut dengan persalinan prodromal. Mengutip Verywell Family, persalinan prodromal adalah istilah yang digunakan dokter dan bidan untuk menggambarkan kontraksi “latihan” yang terjadi sebelum persalinan aktif. Jadi, ibu akan merasakan kontraksi yang kuat, tapi hal tersebut bukan menjadi tanda bahwa ibu akan melahirkan.

“Ini adalah waktu ketika pasien mungkin mengalami kontraksi yang menyakitkan pada saat cukup bulan (pada 37 minggu atau lebih), tetapi tidak berkembang menjadi persalinan dan mungkin memerlukan pengendalian rasa sakit,” jelas Manisha Gandhi, MD, obgyn di Texas Children’s Hospital Houston dan wakil ketua komite American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) untuk Panduan Praktis Klinis Kebidanan.

Penyebab dan Tanda Persalinan Prodromal

Ilustrasi kontraksi. Foto: Shutter Stock

Beberapa ahli percaya bahwa mungkin persalinan prodromal disebabkan oleh stres atau kecemasan yang dirasakan ibu jelang melahirkan.

Selain itu, kondisi ini juga lebih umum terjadi pada janin yang berada pada posisi sungsang dan merupakan cara alami tubuh untuk mencoba memindahkan posisi bayi yang benar. Teori lain juga menyebut bahwa persalinan prodromal bisa dipicu oleh masalah struktural di panggul dan rahim.

Meski sama-sama tanda persalinan palsu, persalinan prodromal memiliki perbedaan dengan kontraksi braxton hicks dari segi waktu munculnya. Kontraksi braxton hicks bisa terjadi kapan saja, bahkan pada awal atau tengah kehamilan. Sebaliknya, persalinan prodromal biasanya terjadi pada akhir masa kehamilan.

Adapun tanda-tanda persalinan prodromal yaitu sebagai berikut.

  1. Terjadi pada trimester ketiga akhir,

  2. Kontraksi terjadi secara intens dan menyakitkan yang terjadi selama 5 – 10 menit sekali,

  3. Meskipun cenderung teratur, kontraksi biasanya timbul-hilang, tidak bertambah intens, dan membuat ibu tidak cukup kuat untuk menarik napas,

  4. Ibu tidak mengalami tanda-tanda melahirkan lain, seperti ketuban pecah, sumbat lendir hilang, atau pendarahan.

Namun, tak perlu khawatir, Moms. Persalinan prodromal cukup umum terjadi dan tidak berbahaya bagi ibu dan janin. Namun, karena kontraksinya yang kuat dan menimbulkan rasa tidak nyaman, ibu terkadang jadi sulit membedakan apakah itu hanya persalinan prodromal atau persalinan aktif, tanda ibu akan segera melahirkan.

Cara Mengatasi Rasa Tidak Nyaman saat Persalinan Prodromal Terjadi

Ilustrasi ibu hamil minum air untuk meredakan kontraksi. Foto: Shutterstock

Ibu hamil umumnya merasa tak nyaman saat mengalami persalinan prodromal terjadi. Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasinya.

  1. Minum air putih dan pastikan tetap cukup makan,

  2. Perbanyak istirahat,

  3. Jika memungkinkan, luangkan waktu sejenak untuk jalan-jalan di ruang terbuka,

  4. Mandi dan arahkan perut ke air untuk menenangkannya,

  5. Tonton film atau dengarkan musik untuk bersantai dan mengalihkan perhatian,

Jika kontraksi yang terjadi masih membuat Anda tak nyaman disertai munculnya tanda melahirkan, segera hubungi dokter atau pergi ke rumah sakit ya, Moms.

kumparan post embed