Mengenal Psikosis Postpartum yang Perlu Diwaspadai Setelah Melahirkan
ยทwaktu baca 2 menit

Setelah melahirkan, ibu umumnya akan mengalami perubahan, baik dari segi fisik maupun emosional. Tak sedikit ibu yang merasa mudah menangis sebagai salah satu gejala dari baby blues. Tak jarang kondisi tersebut bertambah parah dan mengganggu kesehatan mental ibu.
Salah satu gangguan yang bisa menyerang ibu setelah melahirkan adalah psikosis postpartum. Mengutip Web MD, psikosis memiliki arti kehilangan kontak dengan kenyataan. Beberapa ibu dengan psikosis postpartum umumnya sudah pernah didiagnosis mengalami gangguan kesehatan tertentu, seperti bipolar disorder, skizofrenia, dan penyakit lainnya.
Gejala Psikosis Postpartum Setelah Melahirkan
Psikosis postpartum umumnya terjadi dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Biasanya hal itu terjadi secara tiba-tiba dengan gejala berikut ini.
Delusi (percaya pada sesuatu yang tidak nyata)
Halusinasi (melihat, mendengar, atau mengalami hal-hal imajiner)
Peningkatan energi atau dorongan seks
Depresi, cemas, atau linglung
Insomnia parah, bahkan beberapa ibu kerap merasa tidak butuh tidur
Paranoid atau mudah curiga
Perubahan suasana hati atau mood secara konstan
Merasa tidak terhubung dengan bayi
Ya Moms, seperti yang sudah dijelaskan singkat di atas, ibu yang memiliki riwayat gangguan bipolar dalam keluarganya memiliki risiko lebih tinggi terkena psikosis postpartum. Selain itu, gangguan ini juga dapat disebabkan oleh perubahan hormon yang besar sebelum dan sesudah melahirkan.
Risiko tersebut akan meningkat jika persalinan tersebut merupakan yang pertama bagi ibu, hamil di luar rencana, dan mengalami perubahan mood terlalu sering saat hamil.
Psikosis postpartum merupakan kondisi gangguan mental yang cukup serius. Sekitar 1 dari 20 wanita yang mengalami ini mungkin akan mencoba menyakiti diri sendiri dan bayinya. Bahkan, mereka juga berisiko melakukan bunuh diri jika tidak segera diobati.
Lantas, bagaimana cara mencegahnya?
Cara Cegah Psikosis Postpartum
Sama halnya dengan penyakit lain pada umumnya, psikosis postpartum dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah sebelum dan sesudah melahirkan.
Sebelum melahirkan, bicarakan pada dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan bipolar dalam keluarga. Lalu, kontrol mood Anda selama kehamilan dan beri tahu pasangan bagaimana cara menghadapi perubahan mood tersebut.
Setelah melahirkan, mintalah pasangan untuk mengawasi perubahan mood dan perilaku Anda. Selain itu, catat perubahan mood di buku harian dan jangan lupa tidur yang cukup. Mengurangi kunjungan tamu pada hari-hari pertama setelah melahirkan juga dapat membuat Anda lebih tenang, Moms. Jika Anda merasakan gejala psikosis postpartum, segera periksakan diri ke dokter atau psikolog, ya.
