Mengenal Quickening, Tanda Awal Bayi Mulai Bergerak
·waktu baca 2 menit

Salah satu tanda paling menyenangkan saat hamil adalah ketika ibu mulai merasakan bayi bergerak di dalam perut. Awalnya mungkin hanya terasa seperti kedutan halus, gelembung kecil, atau gerakan ringan yang samar.
Mengutip What to Expect, gerakan janin bukan sekadar sensasi biasa, tapi juga cara ibu mengenali aktivitas dan kondisi bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, wajar jika muncul banyak pertanyaan, mulai dari seberapa sering bayi bergerak hingga apakah masih tergolong normal.
Memahami pola gerakan janin bisa membantu ibu lebih peka terhadap kondisi si kecil, sekaligus tahu kapan perlu lebih waspada.
Kapan Mulai Terasa?
Sebagian besar ibu mulai merasakan gerakan janin (quickening) di usia kehamilan 18–22 minggu. Namun, ada juga yang merasakannya lebih cepat (sekitar 14 minggu) atau lebih lambat hingga 26 minggu.
1. Kehamilan kedua dan seterusnya: biasanya terasa lebih cepat (sekitar bulan ke-4).
2. Kehamilan pertama: sering baru terasa jelas di bulan ke-5.
3. Posisi plasenta (terutama di depan/anterior) bisa membuat gerakan terasa lebih samar.
Jika sampai pertengahan bulan ke-5 belum terasa, biasanya disarankan untuk melakukan pemeriksaan seperti USG.
Seberapa Sering Bayi Bergerak?
Tidak ada angka pasti, karena setiap bayi punya pola yang berbeda.
Memasuki trimester ketiga (sekitar minggu ke-28), gerakan biasanya terasa setiap hari dan mulai lebih konsisten sejak usia 24–28 minggu.
Yang penting adalah mengenali pola gerakan yang biasa dirasakan.
Jika gerakan tiba-tiba berkurang, sebaiknya segera periksa.
Seperti apa rasanya?
Di awal kehamilan, gerakan bayi biasanya terasa seperti:
-Kepakan ringan seperti kupu-kupu
-Gelembung kecil
-Kedutan halus
Seiring bertambahnya usia kehamilan:
-Bulan ke-6: mulai terasa lebih jelas
-Bulan ke-7: tendangan semakin kuat
-Bulan ke-8–9: lebih banyak dorongan dan putaran
Oleh karena itu, ruang di dalam rahim semakin sempit, jenis gerakan mungkin berubah, tapi tetap aktif ya, Moms.
