Mengenal Refleks Parasut pada Bayi

4 Agustus 2022 13:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Refleks atau gerakan spontan yang dimiliki bayi baru lahir merupakan bagian dari perkembangan motorik si kecil. Refleks pada bayi baru lahir menandakan aktivitas saraf dan otaknya berkembang normal.
ADVERTISEMENT
Ada refleks yang muncul pada waktu tertentu di masa tumbuh kembang bayi dan akan menghilang seiring bertambahnya usia, tapi ada juga refleks yang dimiliki bayi sejak di dalam kandungan. Beberapa refleks yang dimiliki bayi baru lahir termasuk, refleks babinski, moro, rooting, hingga mengisap.
Tak hanya itu, bayi juga memiliki refleks lain yang menandakan perkembangan motoriknya berjalan baik, yaitu refleks parasut. Apa maksudnya ya, Moms?

Penjelasan soal Refleks Parasut pada Bayi

Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutter stock
Refleks parasut atau parachute reflex termasuk refleks postural dasar yang dimiliki bayi. Refleks ini terjadi pada bayi yang umurnya lebih tua. Mengutip Mom Junction, refleks ini bekerja dengan membuat bayi yang tadinya berdiri tegak sambil dipegang orang tua mengulurkan tangannya ke depan sambil merentangkan jarinya lebar-lebar seperti parasut untuk menghindari jatuh.
ADVERTISEMENT
Refleks ini kerap muncul saat ibu atau ayah memegang bayi dalam posisi berdiri, kemudian secara tiba-tiba memutar tubuh bayi untuk mengubah arah hadapnya. Refleks parasut merupakan kemampuan motorik kasar yang biasanya muncul pada bayi sejak usia lima bulan, jauh sebelum si kecil belajar merangkak atau berjalan. Kemudian, refleks ini akan berkembang sepenuhnya antara usia 8-9 bulan.
Refleks parasut adalah reaksi tidak sengaja yang menunjukkan perkembangan neuromotorik yang sehat pada bayi. Para ahli menyatakan, refleks parasut merupakan tonggak perkembangan yang penting untuk mengetahui kemampuan bayi bereaksi terhadap stimulus seperti posisi jatuh, sehingga bisa mencegah risiko cedera, Moms.
Umumnya, dokter akan memberikan pemeriksaan rutin terkait refleks parasut bayi terutama saat usianya sudah menginjak 9 bulan untuk mencegah kemungkinan hemiparesis. Dikutip dari Children’s Hemiplegia and Stroke Association, hemiparesis adalah kondisi neurologis di mana melemahnya otot atau terjadi kelumpuhan pada satu sisi tubuh.
ADVERTISEMENT

Cara Dokter Menguji Refleks Parasut pada Bayi

Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi refleks parasut pada bayi. Foto: Shutterstock
Moms, biasanya dokter akan memeriksa refleks parasut pada bayi sehat dan cukup bulan menggunakan langkah-langkah berikut ini:
  • Memegang bayi dalam posisi tegak dan mencengkeramnya dengan kuat dari dadanya. Ini akan memastikan apakah bayi tetap tenang atau tampak waspada.
  • Mengangkat bayi ke atas dan memutar tubuhnya dengan cepat, namun tetap lembut untuk menghadap ke bawah seolah-olah ia akan jatuh.
  • Saat bayi berputar, dokter akan memerhatikan responsnya. Bayi dengan refleks parasut yang normal akan secara alami mengulurkan tangannya ke depan dan merentangkan jari untuk mencegah jatuh.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020