Mengenal Sekolah Montessori, Kelebihan dan Kekurangannya
ยทwaktu baca 3 menit

Sekolah montessori adalah lembaga pendidikan yang menerapkan metode pembelajaran sesuai teori montessori. Teori ini dicetuskan Dr. Maria Montessori, seorang dokter berkebangsaan Italia, pada awal tahun 1900-an.
Kemudian pada 1907, Dr. Maria membuka preschool atau taman kanak-kanak berbasis metodenya di Roma. Metode montessori fokus pada perkembangan anak agar mereka tumbuh lebih mandiri dan kreatif.
Metode itu akhirnya diadopsi oleh banyak sekolah-sekolah tradisional. Sampai akhirnya mulai bermunculan sekolah khusus montessori di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, terdapat setidaknya 80 lebih sekolah montessori yang tercatat di Kemdikbud. Lantas, seperti apa pembelajaran di sekolah tersebut?
Apa Itu Sekolah Montessori?
Merujuk pada laman Montessori Northwest, sekolah montessori menerapkan pembelajaran yang akan memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan usianya. Dibandingkan teori, anak akan lebih banyak beraktivitas atau praktik untuk mengeksplorasi pengetahuan tentang dunia.
Metode pembelajaran berdasarkan pengalaman ini dinilai dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam pada anak. Mereka dapat menguasai bahasa, matematika, sains, musik, interaksi sosial, dan lain-lain dengan mudah.
Anak-anak juga bisa belajar sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing. Jadi, tak ada paksaan untuk belajar lebih keras demi mengimbangi anak-anak lain. Apabila anak sudah menguasai keterampilan tertentu, mereka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam sistem pendidikan ini, guru akan berperan sebagai pemandu dan pengamat. Jika dibutuhkan, guru juga bisa turun tangan membantu anak memecahkan masalah.
Namun, intervensi guru dalam proses belajar anak tidak akan terlalu jauh seperti dalam sistem pendidikan tradisional. Dengan membiarkan anak mengikuti rasa ingin tahunya sendiri, mereka diharapkan tumbuh jadi lebih mandiri.
Kelebihan dan Kekurangan Sekolah Montessori
Sebelum memutuskan untuk menyekolahkan si kecil di sekolah montessori, pahami kelebihan dan kekurangan dari metode ini terlebih dahulu, Moms. Dikutip dari laman Locus Assignments, berikut kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan
Menyediakan ruang belajar yang indah dan ramah bagi anak-anak.
Memungkinkan anak untuk tumbuh dan belajar dengan kecepatan mereka sendiri.
Membantu anak untuk mengeksplorasi aktivitas, pelajaran, dan hal-hal yang membangun keahlian mereka.
Kelas montessori membagi anak ke dalam kelompok usia yang berbeda-beda, sehingga mereka bisa belajar satu sama lain, dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.
Meningkatkan soft skills dan berbagai keterampilan hidup seperti tanggung jawab, kemandirian, keadilan, kemampuan beradaptasi, dan sikap positif.
Meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas yang bisa mengembangkan pengetahuan serta keterampilan anak.
Kekurangan
Harganya cenderung mahal karena ada banyak properti atau barang yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan anak.
Karena terbiasa mandiri, anak mungkin akan sulit bekerja sama atau bekerja di bawah otoritas yang ketat.
Jangkauan pertemanan anak-anak di sekolah montessori yang terbatas karena kelasnya yang hanya diisi sedikit siswa.
Interaksi di sekolah montessori kurang terstruktur.
Baca Juga: 11 Sekolah Montessori untuk Anak di Jakarta
