Kumparan Logo

Mengenal Sensitive Period, Periode Penting dalam Tumbuh Kembang Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak bermain menyusun balok kayu. Foto: siro46/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak bermain menyusun balok kayu. Foto: siro46/Shutterstock

Tumbuh kembang anak berlangsung melalui berbagai tahapan yang saling berkaitan. Pada setiap tahap, otak anak memiliki kebutuhan dan respons yang berbeda terhadap pengalaman serta lingkungan di sekitarnya. Salah satu konsep yang penting dipahami orang tua adalah sensitive period atau periode sensitif, yaitu masa ketika anak lebih responsif terhadap pengalaman dan stimulasi tertentu.

Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog, Senior Psikolog Klinis, menjelaskan bahwa dalam psikologi perkembangan terdapat dua periode penting yang perlu dipahami orang tua, yaitu critical period dan sensitive period.

“Critical period merujuk pada fase yang relatif lebih spesifik ketika stimulasi atau input tertentu diperlukan agar fungsi jaringan otak berkembang secara optimal. Sementara itu, sensitive period adalah masa ketika otak dan perilaku sangat responsif terhadap pengalaman tertentu, sehingga stimulasi yang tepat dapat memberikan dampak yang lebih kuat, meski kemampuan tersebut tetap dapat berkembang setelah periode tersebut dengan dukungan dan pembelajaran yang sesuai,” jelas Ratih saat ditemui kumparanMOM dalam diskusi media “Pencernaan Sehat, Kecerdasan Anak Optimal”, di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).

Sensitive Period dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak

Ilustrasi Anak sehat dan bahagia. Foto: MOLPIX/Shutterstock

Masa awal kehidupan merupakan periode penting bagi perkembangan otak anak. Salah satu fase yang mendapat perhatian khusus adalah 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini dikenal sebagai jendela kesempatan (window of opportunity) karena perkembangan otak berlangsung pesat dan sangat responsif terhadap lingkungan.

Meski demikian, perkembangan anak tidak berhenti setelah melewati 1.000 HPK. Pada usia 2–5 tahun, kemampuan bahasa, interaksi sosial, regulasi emosi, fungsi eksekutif, dan kemandirian masih terus berkembang.

Karena itu, sensitive period perlu dipahami sebagai bagian dari proses perkembangan yang berkelanjutan. Pengalaman positif pada periode sensitif dapat memberikan pengaruh yang lebih kuat, tetapi bukan berarti kesempatan anak untuk belajar dan berkembang akan tertutup setelah melewati usia tertentu.

Kesehatan Pencernaan Turut Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi mikrobiota di pencernaan anak. Foto: Shutterstock

Selain pengalaman dan lingkungan, pemenuhan nutrisi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu aspek kesehatan yang perlu diperhatikan sejak awal kehidupan adalah sistem pencernaan, termasuk perkembangan mikrobiota usus.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Executive Director Indonesia Health Development Center (IHDC) dan Member of Gut and Immunity Council (GIC), menjelaskan bahwa otak dan saluran pencernaan saling terhubung melalui gut-brain axis (GBA), yaitu komunikasi dua arah antara sistem pencernaan dan otak.

“Untuk mendukung kecerdasan emosional dan potensi anak secara optimal, stimulasi perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi, terutama untuk mendukung kesehatan pencernaan anak. Sebab, seringkali dikatakan bahwa pencernaan merupakan otak kedua anak. Hal ini disebabkan karena otak dan saluran pencernaan saling terhubung sebagai gut-brain axis,” jelas dr. Ray saat ditemui di acara yang sama.

Diskusi percernaan sehat, kecerdasan anak optimal. Foto: kumparanMOM

dr. Ray menambahkan, hubungan antara otak dan saluran pencernaan menjadikan kesehatan pencernaan sebagai salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh. Mikrobiota usus berperan dalam berbagai proses tubuh, termasuk fungsi pencernaan dan sistem kekebalan.

Nah Moms, memahami sensitive period membantu orang tua mengenali pentingnya dukungan pada setiap tahapan tumbuh kembang anak. Pemenuhan nutrisi dan kesehatan pencernaan yang baik, bersama lingkungan yang mendukung, menjadi bagian dari upaya membantu anak tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.