Kumparan Logo

Mengenal Sugar Bug Vein, Garis Kebiruan di Pangkal Hidung Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengenal Sugar Bug Vein pada Hidung Bayi, Apa Artinya? Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Mengenal Sugar Bug Vein pada Hidung Bayi, Apa Artinya? Foto: Shutter Stock

Seberapa sering Anda memperhatikan dengan seksama setiap bagian tubuh bayi dari ujung kepala hingga ujung kaki? Ini kebiasaan yang sangat baik, Moms. Apalagi bila bayi baru lahir.

Namun apa-apa yang ditemui pada tubuh si kecil juga bisa membuat orang tua kebingungan. Misalnya bila ada garis berwarna kebiruan di pangkal hidung dan di antara kedua mata bayi. Ini lah yang disebut sugar bug vein.

Perlukah orang tua mewaspadai garis biru ini?

Fakta Seputar Garis Biru pada Pangkal Hidung Bayi

Mengenal Sugar Bug Vein pada Hidung Bayi, Apa Artinya? Foto: Shutterstock

Mengutip What to Expect, sugar bug vein merupakan pembuluh darah yang terlihat di pangkal hidung bayi dan di antara mata. Secara medis ini dikenal sebagai vena dorsal nasal.

Namun tidak usah khawatir, Moms. Sugar bug sebenarnya tidak menunjukkan gejala masalah kesehatan apapun. Ini hanya sebuah tanda bahwa bayi memiliki kulit yang terang atau terlalu tipis.

Selain itu, sugar bug tidak membutuhkan penanganan atau perawatan khusus karena biasanya menjadi samar dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Ilustrasi bayi diperiksa oleh dokter. Foto: Shutterstock

Tapi jika menemui benjolan yang aneh, kulit yang seolah penyok, tampak bekas luka, rambut di pangkal hidung bayi, penampilan kulit yang tidak rata, pembuluh darah berdenyut atau pembengkakan biru-ungu maupun perubahan warna lain di sekitar hidung bayi, tidak ada salahnya membawa bayi ke dokter untuk diperiksa lebih saksama.

Mom Junction melansir, menurut dokter spesialis anak, Rana Chanchal MD, terkadang tanda-tanda tersebut di atas mengindikasikan adanya hemangioma --tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis