Kumparan Logo

Mengenal Tortikolis, Penyakit yang Sebabkan Kepala Bayi Miring

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kepala bayi miring. Foto: Purd77/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepala bayi miring. Foto: Purd77/Shutterstock

Sebagai ibu, penting sekali untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang bisa menyerang bayi. Salah satu penyakit yang harus Anda ketahui adalah tortikolis.

Dikutip dari Web MD, tortikolis adalah penyakit yang melibatkan otot-otot leher yang menyebabkan kepala bayi miring. Bayi yang mengalami ini umumnya kesulitan memutar lehernya.

Tortikolis bisa menyerang bayi yang baru lahir karena posisi kepala bayi belum beradaptasi dari posisinya dalam kandungan. Hal ini disebut dengan tortikolis otot bawaan. Kondisi tersebut biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun, ada pula bayi yang mengalami tortikolis bukan karena bawaan lahir, melainkan karena terjadi dengan sendirinya.

Penyebab dan Gejala Tortikolis

Ilustrasi kepala bayi miring. Foto: Purd77/Shutterstock

Dikutip dari Kids Health, bayi yang dengan tortikolis kemungkinan mengalami kesalahan posisi dalam rahim, seperti posisi sungsang. Selain itu, penggunaan forceps atau alat vakum untuk melahirkan bayi juga bisa membuatnya mengalami tortikolis.

Adapun gejala tortikolis pada bayi antara lain sebagai berikut.

  1. Memiringkan kepala ke satu arah saja

  2. Lebih suka melihat orang yang ada di sisinya daripada yang ada di baliknya

  3. Mengalami kesulitan saat menyusu, biasanya hanya nyaman pada satu sisi payudara

  4. Membutuhkan usaha keras saat akan memalingkan kepala.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah?

Jika bayi Anda mengalami tortikolis, berikut ini panduan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menanganinya.

Ilustrasi kepala bayi miring. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
  1. Biasakan bayi untuk meregangkan ototnya dengan mengikuti latihan sesuai arahan dokter.

  2. Tawarkan ASI dari arah berlawanan agar bayi berusaha melatih otot lehernya agar bisa bergerak ke sisi lain.

  3. Letakkan mainannya di arah yang berlawanan agar ia terbiasa untuk meraihnya.

  4. Baringkan bayi di atas perut Anda selama 15 menit dalam empat kali sehari. Posisi ini bermanfaat untuk memperkuat otot punggung dan leher.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika posisi kepala bayi tak kunjung normal dalam tiga bulan, segera periksakan si kecil ke dokter. Biasanya, dokter akan melakukan rontgen untuk mengetahui penyebab tortikolis lebih jauh.