Mengenal Varikokel, Varises yang Bisa Muncul di Penis Anak Laki-laki atau Ayah

Pembengkakan pembuluh darah bisa terjadi di mana saja. Mulai dari kepala, otak, kaki, jantung, mata, bahkan penis sekalipun.
Pembengkakan pembuluh darah di penis disebut dengan varikokel. Tepatnya pembengkakan pada pembuluh darah vena tersebut, terjadi di kantung zakar atau skrotum.
Pada laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Adhika Restanto Purnomo, Sp.U, menjelaskan bahwa seharusnya pembuluh darah yang membawa darah dari testis ke penis tersebut tidak teraba atau terasa. Sementara apabila ayah atau anak laki-laki Anda menderita varikokel, pembuluh darah vena tersebut tampak seperti cacing atau varises dalam skrotum.
Dikutip dari Urology Care Foundation, dari 100 pria ada 10 hingga 15 laki-laki yang menderita varikokel, Moms. Kisaran usia mulai varikokel terbentuk adalah dari 15 hingga 25 tahun.
Sebagian besar varikokel disebabkan karena katup pembuluh darah vena tidak dapat menutup dengan baik. Alhasil, aliran darah akan mengalir balik dan mengendap di vena, lalu lama kelamaan terbentuklah varikokel. Meski begitu, tidak diketahui juga apa penyebab katup pembuluh darah vena tidak dapat berfungsi dengan baik.
Biasanya varikokel terjadi di skrotum sebelah kiri saja. Namun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di kedua sisi skrotum.
Selain itu, mungkin anak dan ayah juga tidak menyadari bahwa dirinya terkena varikokel. Kok bisa? Ini karena varikokel tidak selalu ada gejalanya, Moms.
Walau begitu, sebagian penderita juga dapat mengeluh merasa tidak nyaman pada skrotum, juga nyeri saat berdiri atau melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu lama. Selain rasa sakit maupun tidaknya, kondisi ini juga bisa dilihat dari semakin membesarnya vena seiring berjalannya waktu.
Apakah harus diobati? Bila ayah atau anak laki-laki Anda mengeluh sakit atau menyadari adanya perbedaan ukuran di antara testis, sebaiknya segera bawa ke dokter.
Tentu mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Beri tahu mereka berbagai kebiasaan baik demi menghindari varikokel. Di antaranya jaga kondisi penis tetap kering yakni dengan menggunakan celana dalam berbahan katun, hindari pemakaian celana terlalu ketat, serta hindari gelombang elektromagnetik tinggi.
