Minum Susu, Cara Mudah Nikmati Asupan Sehat
·waktu baca 4 menit

Sudahkah Anda dan keluarga minum susu hari ini?
Ya, sebagai salah satu sumber nutrisi hewani terbaik, susu jadi salah satu komponen penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi keluarga. Bukan tanpa alasan, di dalam segelas susu, kita bisa mendapatkan manfaat dari zat gizi makro seperti protein, karbohidrat dan lemak; serta zat gizi mikro di antaranya vitamin D, B12, dan mineral.
Dilansir Nutrition Data SELF, secangkir (244 gram) susu cair bahkan sudah bisa membantu memenuhi 28 persen kebutuhan kalsium harian. Kalsium sendiri bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Bagi anak-anak di masa pertumbuhan, selain mengoptimalkan pertumbuhan tulang, susu juga berfungsi sebagai sumber energi dan pendukung dalam proses pertumbuhan sel-sel serta jaringan tubuh si kecil; didapat dari dua kandungan protein susu, yaitu casein dan whey protein. Dari jurnal yang diterbitkan National Library of Medicine tahun 2017, protein ikut membentuk sekitar 50 persen volume tulang dan sekitar sepertiga massa tulang.
Tak hanya itu, dengan rutin minum susu, gizi yang diperlukan anak juga terpenuhi. Dampaknya, si kecil bisa lebih terhindar dari beberapa masalah kesehatan yang rentan menyerang usianya, termasuk risiko malnutrisi atau stunting.
Stunting merupakan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kekurangan gizi, baik mikro dan makro, yang konsekuensinya bisa terasa hingga anak tumbuh dewasa. Biasanya stunting ditandai dengan postur tubuh yang jauh lebih kecil dibanding usia sebayanya, atau tingginya lebih rendah sebanyak dua standar deviasi dari tinggi rata-rata.
Buruknya asupan gizi ibu saat hamil termasuk faktor penyebab stunting karena kelangsungan hidup dan kesehatan anak terhubung dengan kesehatan reproduksi dan kesehatan ibu. Risiko stunting sudah mengintai anak sejak sebelum pembuahan, pada calon ibu yang asupan gizinya tidak memadai. Untuk itu, perlu adanya pemahaman akan pentingnya bagi Ibu untuk menjaga asupan gizi yang memadai sejak periode awal ini.
Setelah lahir, risiko stunting pada anak meningkat jika dia tinggal di tempat yang memiliki sanitasi yang tidak layak, pemberian ASI yang tidak tercukupi, dan suplai air yang tidak memadai; jika sang anak tidak dibiasakan terhadap banyak stimulasi dan aktivitas; juga jika sang anak mendapat asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya serta kandungan nutrisi makro dan mikro-nya rendah.
Nah Moms, konsumsi protein hewani seperti susu, bisa mendukung pertumbuhan anak, serta mengandung asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.
Bukan hanya bagus bagi pertumbuhan anak, nyatanya susu juga penting diminum bagi kita yang sudah menginjak usia dewasa hingga manula. Dari jurnal yang diterbitkan Frontiers in Physiology, susu memiliki branched-chain amino acids (BCAA) yang terdiri dari tiga jenis asam amino esensial yakni leusin, isoleusin, dan valin. BCAA dapat membantu membangun massa otot sekaligus menyediakan energi cadangan selama saat olahraga atau aktivitas padat lainnya.
Selain itu, kandungan mineral dan vitamin D di dalam susu bisa membantu meminimalisasi terjadinya gangguan tulang saat memasuki usia lanjut, seperti pengeroposan tulang atau osteoporosis, hingga pengapuran sendi atau osteoarthritis.
Saat stres melanda, segelas susu juga bisa membantu mengatasinya. Jurnal dari Genes & Nutrition yang dipublikasikan secara online pada 2018, mengemukakan bahwa vitamin D pada susu bisa membantu merangsang pembentukan hormon serotonin. Nah, hormon inilah yang sering dikaitkan dengan kualitas emosi, nafsu makan, dan kualitas tidur.
Dengan banyaknya manfaat susu yang bisa kita dapatkan, ternyata masih banyak negara-negara di dunia dengan tingkat konsumsi susu yang terbilang rendah. Inilah juga yang menjadi salah satu alasan ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Susu Sedunia oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sejak 2001. Momen peringatan ini diharapkan dapat ikut menyebarluaskan segala kebaikan susu untuk kesehatan masyarakat dunia.
Di Indonesia sendiri, tingkat konsumsi susu juga masih terbilang rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Menurut laporan Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu pada tahun 2019 masih berkisar di angka 16,27 kg/kapita/tahun. Padahal kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton dalam satu tahunnya.
Salah satu faktor rendahnya konsumsi adalah produksi susu sapi perah yang belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, produksi susu nasional baru bisa memenuhi sekitar 22 persen dari total kebutuhan.
Dalam rangka mewujudkan target pemerintah agar dapat memenuhi 60 persen kebutuhan susu nasional pada 2025, pemerintah pun melakukan berbagai upaya. Di antaranya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, swasta hingga perguruan tinggi untuk mendorong produksi peternak lokal.
Berikutnya juga diberlakukan perluasan akses pasar dan usaha membangun sinergi saling menguntungkan bagi peternak dan pengepul. Lalu dilanjutkan dengan peningkatan fasilitas dan teknologi untuk menghasilkan susu yang lebih berkualitas.
Sebagai perusahaan produk bergizi berbasis susu, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) juga turut aktif mendukung pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi susu demi kesehatan. Sejak 1996, FFI telah menjalin kemitraan dengan 17.000 peternak sapi perah lokal melalui 14 koperasi peternak sapi perah yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Tak hanya itu, FFI juga sadar bahwa setiap orang tentunya memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda tergantung usia dan aktivitas. Karena itu, Frisian Flag sebagai salah satu perusahan susu terbesar di Indonesia selama hampir 100 tahun selalu melakukan inovasi produk yang cocok untuk seluruh anggota keluarga.
Mulai dari susu untuk ibu, susu anak sesuai dengan rentang usianya, susu cair siap minum, hingga susu bubuk untuk keluarga. Apalagi dengan adanya logo ‘Pilihan Lebih Sehat’ di kemasan susu cair siap minum, produk susu Frisian Flag telah terjamin kandungan gizinya serta memiliki kandungan gula yang rendah dan tidak menggunakan pemanis buatan.
Selamat Hari Susu Sedunia!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Frisian Flag
