Kumparan Logo

Mitos atau Fakta: Anak Kena Cacar dan Campak Dilarang Mandi?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Kena Cacar Air. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Cacar Air. Foto: Shutterstock

Moms, meningkatnya kasus cacar dan campak di Indonesia belakangan ini membuat banyak orang tua khawatir, terutama soal perawatan anak saat sedang sakit. Salah satu yang sering jadi perdebatan adalah larangan memandikan anak yang terkena cacar atau campak.

Banyak yang percaya bahwa mandi bisa memperparah kondisi kulit anak dan membuat proses penyembuhan jadi lebih lama. Namun, benarkah demikian?

Mitos atau Fakta Anak Cacar dan Campak Tidak Boleh Mandi?

Ilustrasi Anak Kena Cacar Air. Foto: Shutterstock

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINADV, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Sebetulnya bukan karena cacar dan campaknya, tapi jika kondisi anak sedang disertai demam tinggi, sebaiknya tidak dimandikan dulu karena dikhawatirkan memicu syok. Namun, kalau demam sudah turun, anak tetap boleh mandi,” jelasnya pada acara launching Makuku Slim Luxury Silky beberapa waktu lalu.

Justru, menjaga kebersihan kulit tetap penting selama anak sakit. Terlebih jika anak menggunakan obat oles seperti salep atau obat tabur, kulit perlu dibersihkan agar tidak menumpuk dan membentuk kerak.

“Membersihkannya seperti biasa, tidak ada cara khusus. Karena cacar dan campak disebabkan oleh virus, umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Yang penting, saat demam beri penurun panas dan pastikan kebutuhan vitamin anak terpenuhi,” tambahnya.

Untuk mandi, dr. July menyarankan menggunakan air suam-suam kuku agar tubuh anak tetap nyaman. Dan hindari menggunakan sabun antiseptik.

"Karena sabun antiseptik membuat kulit jadi haus dan kulitnya jadi tergerus hasilnya kulitnya jadi kering," kata dr. July

Jadi, Moms, anak dengan cacar atau campak tetap boleh mandi selama kondisinya memungkinkan. Yang terpenting adalah memperhatikan suhu tubuh dan menjaga kebersihan kulit agar proses penyembuhan berjalan optimal.