Mitos dan Fakta Hubungan Kucing dengan Ibu Hamil dan Bayi, Ada yang Dipercaya?
·waktu baca 4 menit

Banyak pasangan sudah memelihara hewan peliharaan bahkan sebelum hamil dan punya anak. Menurut Forbes, di Amerika Serikat saja, anjing menempati posisi pertama sebagai hewan yang dipelihara dengan lebih dari 65 juta ekor. Sedangkan kucing menempati posisi kedua dengan lebih dari 46 juta.
Tetapi, tahu enggak ternyata masih ada beberapa mitos seputar keberadaan hewan peliharaan dengan ibu hamil maupun bayi di rumah?
Misalnya, Anda mungkin pernah mendengar bahwa kucing bisa menyebarkan parasit toksoplasma. Atau mungkin hewan peliharaan tidak menyukai kehadiran 'anggota keluarga' baru. Benar enggak sih anggapan-anggapan tersebut?
Hubungan Kucing dengan Ibu Hamil dan Bayi, Mana yang Mitos atau Fakta?
1. Kucing Bisa Deteksi Wanita Sedang Hamil?
Romper melansir sudah bukan rahasia lagi kalau hewan peliharaan memiliki intuisi yang kuat. Dan mungkin juga manusia bisa memahaminya, lho!
Tetapi, bisakah kucing mendeteksi 'tuannya' hamil? Sebenarnya, sampai saat ini ilmuwan belum bisa menyajikan bukti yang kuat tentang hal tersebut. Namun, Anda mungkin akan menyadari kucing dapat berubah perilakunya saat Anda mengandung.
Misalnya, mereka dapat menyadari bahwa Anda lebih banyak tidur, sedang morning sickness, dan perubahan lainnya saat Anda sedang berinteraksi dengan kucing,
Sementara itu, dikutip dari laman The Dodo, beberapa dokter hewan menyebut tingginya kadar hormon tertentu yang diproduksi wanita selama kehamilan dapat dirasakan oleh kucing.
"Kucing memiliki indera penciuman yang baik. Selama kehamilan, perubahan hormonal terjadi ketika tubuh memproduksi hormon progesteron, estrogen, serta Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dalam jumlah yang semakin tinggi dan dapat memengaruhi aroma tubuh. Kucing dapat mengetahui hal ini bahkan sebelum tes kehamilan terkonfirmasi,” kata Dokter Hewan Dr. Maureen K. Murithi.
Jadi, Anda percaya kucing bisa menyadari ada yang sedang hamil?
2. Benarkah Tidak Boleh Pelihara Kucing saat Hamil?
Infeksi toksoplasma atau toksoplasmosis kerap menjadi kekhawatiran bagi ibu hamil yang memiliki hewan peliharaan. Sebab, bila terinfeksi, toksoplasma bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bagi ibu hamil dan janinnya.
Namun, jawabannya sebenarnya boleh-boleh saja kok memelihara kucing. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya sebisa mungkin hindari membersihkan kotoran kucing, dan mintalah orang lain untuk membersihkannya. Kemudian tidak konsumsi daging mentah atau setengah matang, dan hindari peralatan yang biasa digunakan pada alat-alat yang berisiko terkontaminasi parasit toksoplasma.
Perlu diketahui juga bahwa kucing di rumah sebenarnya tidak selalu terinfeksi toksoplasma. Sehingga, sebisa mungkin hindari kucing liar sebagai upaya antisipasinya. Anjing pun juga bisa mengalami toksoplasmosis, tetapi fesesnya kemungkinan lebih kecil mengandung parasit tersebut.
3. Kucing Bisa 'Mencuri' Napas Bayi?
Selama berabad-abad, warga Inggris ternyata percaya kucing yang suka naik ke tempat tidur bayi dan berbaring di atas dadanya itu sedang 'mengisap' napas bayi hingga mati lemas. Katanya, sih, kucing itu lagi cemburu pada bayi baru lahir karena kehilangan perhatian majikannya.
Tetapi, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut ya, Moms. Meski begitu, tetap perlu diwaspadai karena sebaiknya bayi tidur tanpa menggunakan selimut, bantal, dan tentu saja tidak boleh ada hewan peliharaan bersamanya.
4. Apakah Hewan Peliharaan Membenci Bayi?
Pernah enggak sih Anda melihat kucing terlihat tidak menyukai keberadaan anak-anak kecil di sekelilingnya? Ternyata, beberapa kucing bisa saja tidak menyukai anak-anak, lho!
Sebuah studi yang diterbitkan di Frontiers in Veterinary Science tahun 2018 menemukan bahwa kucing (terutama yang lebih tua) cenderung memiliki hubungan lebih positif dengan kucing dewasa dibandingkan kucing kecil.
Namun, sebenarnya ada begitu banyak faktor yang memengaruhi hubungan manusia dengan kucing. Sehingga sulit untuk memastikan apakah perasaan tidak suka itu dikarenakan manusia di sekelilingnya atau bukan.
Dan masuk akal juga apabila kucing, --dan seperti manusia--, tidak menyukai lingkungan atau rutinitasnya diganggu oleh bayi. Untuk mengatasinya, Anda perlu memberikan ruang pada kucing, termasuk juga rasa sayang dan perhatian. Serta, mengajari anak untuk memperlakukan kucing dengan lembut sejak dini. Sehingga, anak dan kucing Anda bisa menjalin hubungan yang manis, dan bisa bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang.
